UCYUCY
Academy of Education JournalAcademy of Education JournalGuru Penggerak di Sekolah Dasar bertanggung jawab untuk mendorong pembelajaran yang berpusat pada murid, menerapkan inovasi dalam pembelajaran, serta meningkatkan profesionalisme guru melalui komunitas belajar dan kerja sama. Tujuan artikel ini adalah untuk memeriksa , termasuk strategi yang digunakan dan masalah yang dihadapi selama penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari wawancara terhadap tiga orang Guru Penggerak dan dokumen sekolah. Uji validitas data dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus. Hasil analisis menunjukkan bahwa Guru Penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka. Namun, kendala seperti keterbatasan sumber daya dan ketidaksepahaman dari guru lain masih menghambat pelaksanaan program secara komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih menyeluruh untuk memaksimalkan peran Guru Penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Guru Penggerak memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar melalui empat fungsi utama.sebagai pemimpin pembelajaran, agen pembaruan, pendidik profesional, dan penggerak komunitas praktisi.Mereka berhasil menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, mengadopsi inovasi, serta membangun kolaborasi dalam komunitas pendidikan.Namun, hambatan seperti keterbatasan sumber daya, resistensi dari rekan kerja, dan kurangnya pemahaman terhadap peran Guru Penggerak masih perlu diatasi melalui dukungan dari pemerintah, sekolah, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Pertama, perlu penelitian lanjutan mengenai efektivitas model pembinaan Guru Penggerak dalam jangka panjang, terutama dalam konteks sekolah dengan sumber daya terbatas, untuk mengetahui strategi pendampingan yang paling berdampak. Kedua, diperlukan studi tentang bagaimana dinamika hubungan antara Guru Penggerak dan rekan guru yang resisten dapat diubah melalui pendekatan kolaboratif dan kepemimpinan transformasional di lingkungan sekolah. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengembangan komunitas belajar berbasis digital yang dikelola Guru Penggerak, untuk memastikan pembagian praktik baik dapat menjangkau lebih luas meskipun terkendala lokasi dan waktu. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada aspek keberlanjutan, penerimaan sosial, dan pemanfaatan teknologi dalam peran Guru Penggerak. Dengan memahami faktor-faktor pendukung dan penghambat secara lebih mendalam, sistem pendidikan dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pendekatan kualitatif mendalam atau studi kasus lintas daerah dapat mengungkap variasi kontekstual yang memengaruhi efektivitas Guru Penggerak. Temuan dari penelitian lanjutan ini akan sangat berguna untuk menyempurnakan pelatihan dan pendampingan Guru Penggerak di masa depan. Penekanan pada aspek kolaborasi, adaptasi lokal, dan penguatan jejaring profesional menjadi kunci utama dalam memperluas dampak positif dari program ini. Secara keseluruhan, tiga arah penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan peran Guru Penggerak berkelanjutan dan inklusif. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pemerataan kualitas pendidikan dasar di seluruh wilayah Indonesia.
- The Management of Teacher Creativity Development in Optimizing the Merdeka Curriculum. management teacher... doi.org/10.58806/ijirme.2024.v3i9n17The Management of Teacher Creativity Development in Optimizing the Merdeka Curriculum management teacher doi 10 58806 ijirme 2024 v3i9n17
- PERAN SEORANG GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF | Jumrawarsi | Ensiklopedia Education... jurnal.ensiklopediaku.org/ojs-2.4.8-3/index.php/education/article/view/628PERAN SEORANG GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF Jumrawarsi Ensiklopedia Education jurnal ensiklopediaku ojs 2 4 8 3 index php education article view 628
- Model Pembelajaran Interaktif SPLDV dengan Aplikasi Rumah Belajar | Utami | MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN... ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/jurnalmathema/article/view/572Model Pembelajaran Interaktif SPLDV dengan Aplikasi Rumah Belajar Utami MATHEMA JURNAL PENDIDIKAN ejurnal teknokrat ac index php jurnalmathema article view 572
| File size | 447.59 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Produk mencakup kumpulan gim Wordwall (match-up, quiz, random wheel, open the box), panduan guru, LKS refleksi, serta mode luring. Hasil validasi olehProduk mencakup kumpulan gim Wordwall (match-up, quiz, random wheel, open the box), panduan guru, LKS refleksi, serta mode luring. Hasil validasi oleh
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Penelitian eksperimen satu kelas ini bertujuan mengetahui pengaruh metode permainan terhadap hasil belajar mahasiswa PGMI IAIN Pontianak pada materi perkalianPenelitian eksperimen satu kelas ini bertujuan mengetahui pengaruh metode permainan terhadap hasil belajar mahasiswa PGMI IAIN Pontianak pada materi perkalian
UNIFLORUNIFLOR 005 yang berarti terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil uji n‑gain menunjukkan gain pada kelas eksperimen A 0,65 dengan005 yang berarti terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil uji n‑gain menunjukkan gain pada kelas eksperimen A 0,65 dengan
ALSHOBARALSHOBAR Media ini berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan, terutama pada soal yang mengintegrasikan unsur budaya lokal. PenelitianMedia ini berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan, terutama pada soal yang mengintegrasikan unsur budaya lokal. Penelitian
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Diperoleh gambaran bahwa terdapat perbedaan cara ekspresi matematis antara gender, di mana siswa perempuan cenderung menuliskan jawaban secara lebih terstrukturDiperoleh gambaran bahwa terdapat perbedaan cara ekspresi matematis antara gender, di mana siswa perempuan cenderung menuliskan jawaban secara lebih terstruktur
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Model Probing-Prompting dideskripsikan sebagai metode pembelajaran yang merangsang proses berpikir siswa melalui serangkaian pertanyaan yang mengarah padaModel Probing-Prompting dideskripsikan sebagai metode pembelajaran yang merangsang proses berpikir siswa melalui serangkaian pertanyaan yang mengarah pada
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Penggunaan media teknologi dalam pembelajaran berkembang dengan pesat. Hal ini menjadi tantangan bagi guru Biologi khususnya dalam mengimplementasikanPenggunaan media teknologi dalam pembelajaran berkembang dengan pesat. Hal ini menjadi tantangan bagi guru Biologi khususnya dalam mengimplementasikan
SIMPADUSIMPADU Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan modifikasi model Kemmis & McTaggart dalam 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dariPenelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan modifikasi model Kemmis & McTaggart dalam 2 siklus dimana tiap siklus terdiri dari
Useful /
ALSHOBARALSHOBAR Pola asuh dalam Al-Quran menekankan pentingnya kasih sayang, kedisiplinan, komunikasi efektif, dan hubungan timbal balik antara anak dan orang tua berdasarkanPola asuh dalam Al-Quran menekankan pentingnya kasih sayang, kedisiplinan, komunikasi efektif, dan hubungan timbal balik antara anak dan orang tua berdasarkan
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Dengan mensintesis temuan dari berbagai studi, artikel ini memberikan wawasan mengenai praktik terbaik serta arah pengembangan penelitian dan pedagogiDengan mensintesis temuan dari berbagai studi, artikel ini memberikan wawasan mengenai praktik terbaik serta arah pengembangan penelitian dan pedagogi
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk membuat keputusan baik dan buruk serta menginternalisasi nilai-nilai tersebutPendidikan karakter bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk membuat keputusan baik dan buruk serta menginternalisasi nilai-nilai tersebut
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Untuk mengembangkan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi setiap siswa dan mengidentifikasi batas antara perilaku yang harus diajarkan kepada siswa danUntuk mengembangkan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi setiap siswa dan mengidentifikasi batas antara perilaku yang harus diajarkan kepada siswa dan