IISTRIISTR

BEIBEI

Ketidaksetaraan pendidikan antara komunitas pedesaan dan perkotaan tetap menjadi tantangan signifikan di Kamboja meskipun terdapat reformasi pendidikan dan inisiatif pengembangan infrastruktur. Sekolah perkotaan, khususnya di Phnom Penh, umumnya memiliki fasilitas pendidikan yang lebih baik, koneksi internet yang lebih kuat, guru yang lebih berkualitas, dan akses yang lebih luas ke sumber belajar dibandingkan sekolah pedesaan. Sebaliknya, banyak lembaga pendidikan pedesaan masih mengalami keterbatasan infrastruktur, kekurangan guru yang berkualitas, akses teknologi yang terbatas, dan hambatan sosial ekonomi yang memengaruhi partisipasi dan hasil belajar siswa. Masa pandemi COVID-19 memperparah ketimpangan ini melalui akses yang tidak merata terhadap pembelajaran online dan teknologi digital. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk ketidaksetaraan pendidikan pedesaan-perkotaan di Kamboja, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada akses belajar yang tidak merata, memahami pengalaman stakeholder pendidikan terhadap ketimpangan pendidikan, dan merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan yang adil. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksaminasi ketidaksetaraan pendidikan dari perspektif dan pengalaman hidup guru, siswa, kepala sekolah, dan pejabat pendidikan lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen di sekolah pedesaan dan perkotaan yang dipilih. Temuan diharapkan menunjukkan bahwa ketidaksetaraan pendidikan di Kamboja sangat dipengaruhi oleh disparitas infrastruktur, kualitas guru, akses digital, dan kondisi sosial ekonomi. Studi ini juga menyoroti bagaimana lokasi geografis membentuk peluang pendidikan dan pengalaman belajar siswa. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pendidikan inklusif, alokasi sumber daya yang adil, pengembangan profesional guru, dan ekspansi infrastruktur digital untuk mendukung akses belajar yang adil. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang keadilan pendidikan dan pengembangan pendidikan pedesaan di negara-negara berkembang.

Ketidaksetaraan pendidikan antara daerah pedesaan dan perkotaan di Kamboja tetap menjadi tantangan besar meskipun terdapat upaya pemerintah dan dukungan internasional.Infrastruktur, kualitas guru, akses digital, dan kondisi sosial ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi ketimpangan pendidikan.Pandemi COVID-19 memperparah kesenjangan ini melalui akses yang tidak merata terhadap teknologi digital.Solusi jangka panjang memerlukan kebijakan yang inklusif, alokasi sumber daya yang adil, dan investasi dalam infrastruktur digital serta pengembangan profesional guru.

Saran penelitian lanjutan yang baru meliputi: (1) Mengeksplorasi dampak jangka panjang kesenjangan digital terhadap kualitas pendidikan di daerah pedesaan setelah pandemi; (2) Mengembangkan program pelatihan guru berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan pendidik di daerah terpencil; (3) Meneliti hubungan antara faktor sosial ekonomi dan partisipasi pendidikan anak di daerah pedesaan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi ketimpangan pendidikan dan meningkatkan akses belajar yang adil.

  1. The State of School Education | OECD. state school education oecd skip main content one year covid pandemic... doi.org/10.1787/201dde84-enThe State of School Education OECD state school education oecd skip main content one year covid pandemic doi 10 1787 201dde84 en
  2. Education at a Glance 2022 | OECD. education glance oecd skip main content indicators report close doi... oecd.org/en/publications/education-at-a-glance-2022_3197152b-en.htmlEducation at a Glance 2022 OECD education glance oecd skip main content indicators report close doi oecd en publications education at a glance 2022 3197152b en html
  3. Rural–Urban Educational Inequality in Cambodia: Challenges for Equitable Learning Access | Buletin... doi.org/10.56741/IISTR.bei.002290RuralAeUrban Educational Inequality in Cambodia Challenges for Equitable Learning Access Buletin doi 10 56741 IISTR bei 002290
Read online
File size462.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test