GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI

Journal of Education and Learning SciencesJournal of Education and Learning Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi dalam mendorong mahasiswa menjadi lebih kritis terhadap isu-isu sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi mempengaruhi sikap kritis mahasiswa. Dalam penelitian kualitatif, wawancara mendalam juga memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang kaya dan detail untuk analisis mendalam, yang memungkinkan mereka untuk memahami secara menyeluruh, mendalam, dan kontekstual pengalaman para responden. Peserta terdiri dari 15 mahasiswa dari berbagai jurusan di perguruan tinggi yang telah mengikuti program pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi. Pemilihan peserta dilakukan secara purposive untuk memastikan keragaman perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi secara signifikan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang dampak negatif korupsi dan pentingnya integritas. Namun, beberapa mahasiswa juga mengungkapkan kekhawatiran tentang kurangnya transparansi dan akuntabilitas di kampus, yang dapat menghambat efektivitas pendidikan anti-korupsi. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan kebutuhan akan pendekatan yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan dalam implementasi pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi, serta dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penerapan nilai-nilai integritas.

Penelitian ini mengonfirmasi bahwa pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi memiliki potensi yang signifikan dalam membentuk mahasiswa menjadi individu yang kritis, memiliki integritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai etis.Melalui peningkatan kesadaran, pemahaman, dan kemampuan untuk merefleksikan implikasi etis dari tindakan, mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan korupsi dan radikalisasi di lingkungan mereka.Pendidikan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menumbuhkan sikap proaktif dalam menentang praktik-praktik yang merugikan masyarakat.Namun, efektivitas pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi sangat bergantung pada dukungan institusional, kualitas guru, metode pengajaran interaktif, partisipasi aktif mahasiswa, dan lingkungan sosial yang kondusif.Tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya staf pengajar terlatih perlu diatasi melalui investasi yang lebih besar dan kolaborasi antara berbagai pihak.Selain itu, integrasi pendidikan anti-korupsi ke dalam kurikulum secara holistik dan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam desain dan evaluasi program, akan meningkatkan efektivitasnya.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar universitas, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan anti-korupsi dan de-radikalisasi. Dengan menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk belajar secara efektif, kita dapat membentuk generasi muda yang mampu memimpin secara etis, bertanggung jawab secara sosial, dan berkomitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Pendidikan anti-korupsi bukan hanya investasi dalam pengetahuan, tetapi juga dalam masa depan yang lebih adil dan makmur untuk semua.

  1. A Scientometric Study of Digital Literacy, ICT Literacy,.... study digital literacy personal library... reference-global.com/article/10.2478/jdis-2021-0001A Scientometric Study of Digital Literacy ICT Literacy study digital literacy personal library reference global article 10 2478 jdis 2021 0001
  2. Perencanaan Pembelajaran Yang Interaktif Dalam Menumbuhkan Critical Thinking Siswa | Jurnal Pendidikan... edu.pubmedia.id/index.php/pgsd/article/view/793Perencanaan Pembelajaran Yang Interaktif Dalam Menumbuhkan Critical Thinking Siswa Jurnal Pendidikan edu pubmedia index php pgsd article view 793
Read online
File size377.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test