UNYUNY

Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya DiscourseSungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse

Rumah Seni Cemeti merupakan salah satu organisasi yang bergerak di bidang kesenian kontemporer dan memiliki banyak peran dalam berbagai kesenian, ruang pamer, pusat informasi, dokumentasi, dan promosi bagi seni rupa kontemporer. Organisasi yang terbentuk pada tahun 1988 ini secara aktif memamerkan dan mengkomunikasikan karya dari seniman baik dari Indonesia maupun dari mancanegara. Sebagai salah satu instansi yang mewadahi seni dan masyarakat dalam mengembangkan kesenian dan mengapresiasikan kegiatan seni maka perlu adanya fasilitas yang menarik untuk meningkatkan dan memotivasi para seniman maupun penikmat seni. Salah satu faktor yang dapat mendukung berkembangnya seni adalah fasilitas ruang yang aman, nyaman dan menarik. Kegiatan mengapresiasi seni tidak hanya dilakukan dengan menciptakan karya seni namun dapat juga dengan berkunjung ke galeri seni dan rumah seni. Galeri seni merupakan ruang kosong yang ditujukan untuk pameran karya seni. Galeri secara umum didefinisikan sebagai ruang atau bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pameran karya seni contohnya lukisan, patung, karya seni kriya, seni dekorasi, fotografi, kerajinan tangan, dan lain lain. Menurut Encyclopedia of American Architecture (1975) pada (Indriani & Wijayanti, 2020) galeri diartikan sebagai tempat untuk mengadakan pameran seni rupa dan kegiatan seni lainnya. Galeri dapat menampung penyelenggaraan penyajian (pameran), hiburan, rekreasi dan sarana media apresiasi hasil karya dari berbagai seniman baik lokal maupun interlokal. Kegiatan yang berlangsung di dalamnya dapat meliputi pengumpulan karya, organising exhibitions, storage, pengelolaan, observasi, apresiasi, dan komunikasi seni. Kondisi Rumah Seni Cemeti saat ini masih menggunakan arsitektur bangunan lama dengan perancangan bangunan yang dibuat menyatu dengan alam. Kondisi interior pada bangunan saat masih menggunakan konsep kontemporer, fasilitas dalam bangunan masih dilengkapi dengan furnitur lama yang dan kegiatan yang dilakukan lagi harus diperhatikan penempatan atau layout interior agar menciptakan kenyamanan pengunjung dan kemudahan dalam beraktifitas. Seiring berkembangnya zaman maka untuk perbaikan adanya perlu menciptakan suasanana ruang yang aman, nyaman, dan menarik (Wulandari, et al, 2022).

Untuk menciptakan fasilitas aman dan nyaman, salah satu faktor yang menjadi pendukung adalah desain interior.Desain interior merupakan ilmu yang mempelajari dan menciptakan tata kondisi dalam ruangan agar nyaman, aman dan sesuai dengan standarisasi desain yang telah ada.Perlu adanya fasilitas yang aman dan nyaman dalam berbagai kegiatan khususnya fasilitas dalam kegiatan kesenian.Galeri seni merupakan salah satu fasilitas yang sangat berperan dalam kegiatan seni.Dari berbagai konsep dalam desain interior penulis memilih konsep rekreatif edukatif pada perancangan Rumah Seni Cemeti, dengan melihat kondisi kota Yogyakarta yang dijuluki sebagai kota pelajar dan juga juga kota yang terkenal akan pariwisatanya, maka konsep rekreatif edukatif dapat menjadi konsep yang tepat pada perancangan Rumah Seni Cemeti.Dengan adanya desain interior berkonsep ini bertujuan memberikan kenyamanan kepada pengunjung dimana pengunjung dapat merasakan kegiatan rekreasi dan juga edukasi saat mengunjungi rumah seni cemeti.Hasil dari metode ini menunjukkan konsep yang mampu menjawab permasalahan yang terjadi pada galeri.Konsep yang dihadirkan menciptakan suasana yang tidak membosankan dengan layout yang dinamis dan penataan furniture yang sesuai dengan penggunaan yang digunakan, kebutuhan dan konsep menghadirkan kesan rekreasi dengan penggunaan desain yang yang condong kearah alam dan penggunaan warna alam dan kekinian guna menarik minat pengunjung terutama generasi muda dan wisatawan.Maka dari itu mendesain ulang Rumah Seni Cemeti dengan interior yang rekreatif, edukatif, akan menjadi solusi dalam menarik minat masyarakat untuk kembali berkunjung.

Untuk meningkatkan minat pengunjung, terutama generasi muda dan wisatawan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan desain interior yang lebih inovatif dan menarik. Hal ini dapat dilakukan dengan menggabungkan unsur-unsur alam dan kekinian, serta memanfaatkan teknologi virtual reality untuk menciptakan pengalaman yang interaktif dan edukatif. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi cara-cara baru dalam mengapresiasi seni, seperti menggunakan media digital atau kolaborasi dengan seniman lokal. Dengan demikian, Rumah Seni Cemeti dapat menjadi destinasi seni yang lebih menarik dan interaktif, serta mampu meningkatkan minat masyarakat dalam berkunjung dan menikmati karya seni.

  1. Relevansi pemahaman nirmana terhadap kemampuan penyusunan ruang tepat guna dalam desain interior | Sungging:... journal.uny.ac.id/index.php/sungging/article/view/54538Relevansi pemahaman nirmana terhadap kemampuan penyusunan ruang tepat guna dalam desain interior Sungging journal uny ac index php sungging article view 54538
Read online
File size916.04 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test