UNYUNY

Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya DiscourseSungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dampak broken home sebagai objek penciptaan ilustrasi surealisme; (2) Mengetahui proses kreatif Seniman Wadino sebagai inspirasi karya ilustrasi surealisme; (3) Menyusun konsep penciptaan karya ilustrasi berdasarkan dampak broken home dan proses kreatif Wadino; dan (4) Mendeskripsikan visualisasi konsep karya ilustrasi surealisme. Penelitian ini menggunakan metode Art Based Research dengan objek dampak broken home dan inspirasi proses kreatif Wadino. Subjek penelitian adalah remaja korban broken home usia 17-21 tahun dan Seniman Wadino. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, kajian film, studi literatur, dan didokumentasikan melalui catatan reflektif. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber data dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dampak broken home, seperti pertikaian, trauma, rasa malu, depresi, dan kebencian, menjadi inspirasi ilustrasi surealisme; (2) Proses kreatif Wadino mengeksplorasi ide, konsep, media, dan bentuk visual surealisme; (3) Konsep karya memvisualisasikan dampak broken home dalam gaya surealisme; dan (4) Proses penciptaan karya melibatkan pengembangan ide berdasarkan dampak broken home dan inspirasi Wadino, menggunakan media pensil dengan gaya surealisme. Karya ilustrasi yang dihasilkan berjumlah empat: “Apati, “Sendiri dalam Keramaian, “Kalut dalam Kelabu, dan “Terbakar Amarah..

Berdasarkan tinjauan literatur, broken home memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis remaja, termasuk penurunan kepercayaan diri, kesulitan bersosialisasi, dan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.Wawancara dan kuesioner mengungkapkan bahwa remaja dari keluarga broken home sering menunjukkan sikap acuh tak acuh, kurang antusias terhadap kehidupan, dan kecenderungan perilaku negatif.Analisis film, video, dan lagu menunjukkan dampak emosional yang mendalam, penurunan prestasi akademik, dan rasa bersalah.Inspirasi Wadino dalam menciptakan ilustrasi broken home melibatkan eksplorasi konsep melalui observasi, pengalaman pribadi, dan ekspresi bebas.Dia mengembangkan berbagai sketsa alternatif, menggabungkan elemen dari kehidupan sehari-hari, dan melanjutkan dengan melukis dan pewarnaan.Karya yang tidak memuaskan diulang hingga sesuai dengan konsep yang diinginkan.Ilustrasi yang terinspirasi oleh broken home menggambarkan dampaknya pada remaja akhir usia 17-21 melalui empat karya yang saling terhubung.Apati menggambarkan trauma dari konflik rumah tangga, Sendiri di Keramaian menggambarkan perasaan malu dan kesepian, Kebingungan dalam Kelabu mewakili depresi dan keputusasaan, dan Marah Terbakar mencerminkan rasa dendam terhadap orang tua.Tema-tema ini secara simbolis menangkap kompleksitas emosional dan psikologis remaja.Proses visualisasi dimulai dengan sketsa di kertas A2, diikuti dengan penonjolan dengan bubuk grafit, shading awal, shading lanjutan, dan penyelesaian akhir.Empat ilustrasi dihasilkan, berjudul Apati, Sendiri di Keramaian, Kebingungan dalam Kelabu, dan Marah Terbakar.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas perspektif dengan melibatkan orang tua dan lingkungan sekitar dalam studi tentang broken home. Hal ini dapat memberikan sudut pandang yang beragam dan visualisasi alternatif. Selain itu, mengeksplorasi media dan teknik yang berbeda, seperti seni digital, instalasi seni, dan media campuran, dapat memperkaya pemahaman tentang interpretasi broken home melalui berbagai media dan seni visual. Studi perbandingan lintas budaya juga dapat dilakukan untuk memperkaya perspektif dan memahami universalitas dan keragaman tema broken home.

  1. Adolescent Development (Perkembangan Remaja) | Batubara | Sari Pediatri. adolescent development remaja... doi.org/10.14238/sp12.1.2010.21-9Adolescent Development Perkembangan Remaja Batubara Sari Pediatri adolescent development remaja doi 10 14238 sp12 1 2010 21 9
  2. Peran Keluarga Sangat Penting dalam Pendidikan Mental, Karakter Anak serta Budi Pekerti Anak | Satya... iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/1241Peran Keluarga Sangat Penting dalam Pendidikan Mental Karakter Anak serta Budi Pekerti Anak Satya iptek its ac index php jsh article view 1241
  3. Dinamika psikologis remaja yang mengalami broken home karena orang tua bercerai | Cognicia. dinamika... doi.org/10.22219/cognicia.v10i2.22072Dinamika psikologis remaja yang mengalami broken home karena orang tua bercerai Cognicia dinamika doi 10 22219 cognicia v10i2 22072
  4. PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK | Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan... doi.org/10.37680/scaffolding.v1i2.119PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK Scaffolding Jurnal Pendidikan Islam dan doi 10 37680 scaffolding v1i2 119
Read online
File size2.98 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test