PRINPRIN

CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanCENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan

Pembelajaran matematika selalu dianggap hanya belajar tentang rumus dan mengerjakan soal yang begitu sulit untuk diselesaikan. Tetapi seharusnya pembelajaran matematika dapat mengasah seseorang untuk lebih berpikir kritis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan membaca, menganalisis, dan membuktikan konsep pada matematika dalam pembelajaran matematika. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah library research atau studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan internet searching terkait jurnal ilmiah, karya tulis ilmiah, buku, dan majalah yang berkaitan tentang pembelajaran matematika dan berpikir kritis. Hasil penelitian menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu yang memiliki peranan penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Pembelajaran matematika dapat meningkatkan berpikir kritis dengan menerapkan prinsip membaca, menganalisis, dan membuktikan. Penerapan prinsip membaca, menganalisis, dan membuktikan sangat penting dalam pembelajaran matematika terutama dalam meningkatkan berpikir kritis, karena kemampuan berpikir kritis memungkinkan individu agar terbiasa menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dengan menganalisis pemikirannya sendiri untuk memutuskan suatu pilihan dan menarik kesimpulan, sehingga tercetak para lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman.

Matematika merupakan ilmu yang memiliki peranan penting dalam menghadapi perkembangan zaman.Banyak yang memandang bahwa matematika merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari, tetapi jika mereka sudah bisa mempelajarinya berarti mereka memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi.Karena konsep matematika tidak bisa dianalisis langsung artinya harus menggunakan beberapa cara untuk memecahkan persoalan matematika.Berpikir kritis untuk memecahkan persoalan matematika dapat diterapkan dengan konsep 3M (Membaca, Menganalisis, dan Membuktikan) dalam pembelajaran matematik untuk menciptakan pola berpikir kritis yang tinggi.Pembelajaran matematika seharusnya membawa seseorang lebih berpikir kritis dan berpikir kreatif.Namun pada kenyataannya banyak orang beranggapan matematika hanya sebatas menghitung luas, volume atau bahkan berkaitan dengan rumus.Pembelajaran matematika dapat membuat seseorang berpikir kritis dengan menerapkan konsep 3M (Membaca, Menganalisis, dan Membuktikan), konsep tersebut saling berkesinambungan.Membaca dapat membuat seseorang berpikir kritis karena dengan membaca melatih kemampuan otak untuk memahami maksud dari persoalan matematika.Menganalisis dilakukan untuk menambah berpikir kritis, karena menganalisis suatu masalah matematika tidak mudah sehingga dibutuhkan kemampuan lebih dan hal itu membuat seseorang lebih berpikir kritis.Dan membuktikan persoalan matematika itu bukan hal yang mudah, tetapi konsep tersebut harus terus dikembangkan dalam pembelajaran matematik untuk berpikir kritis dan bisa dengan mudah memahami masalah terkait konsep matematika.Perkembangan zaman mengharuskan pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia.Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan berpikir kritis siswa.Berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pembelajaran di kelas khususnya dalam pembelajaran matematika.Pengembangan keterampilan dan kemampuan berpikir kritis memungkinkan siswa agar terbiasa menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dengan menganalisis pemikirannya sendiri untuk memutuskan suatu pilihan dan menarik kesimpulan, sehingga tercetak para lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing menghadapi dan mengimbangi perkembangan zaman.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi pembelajaran matematika yang efektif. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam interaksi, sehingga potensi dan kemampuan berpikir kritis mereka dapat terasah. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara kreatif dalam mengajarkan matematika, seperti menggunakan pendekatan berbasis masalah (Problem-based learning) atau strategi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran matematika dapat menjadi lebih menyenangkan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga mereka dapat bersaing menghadapi tantangan zaman.

Read online
File size97.69 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test