UNYUNY

Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya DiscourseSungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse

Penelitian ini menganalisis transformasi apresiasi seni melalui Augmented Reality (AR) dalam pameran seni dengan metode analisis konten digital. Data diambil dari media sosial, blog, dan forum diskusi, lalu dikodekan secara kualitatif (Taguette dan manual). Hasilnya mengidentifikasi tiga tema utama: pengalaman estetis, keterlibatan emosional, dan kendala teknis. AR terbukti menciptakan pengalaman imersif dan interaktif, memperkaya apresiasi seni digital. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan keterbatasan perangkat memengaruhi kualitas pengalaman. Temuan ini menyoroti perlunya harmonisasi aspek teknis dan artistik agar pemanfaatan AR dalam seni dapat optimal di era digital.

Penerapan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pameran seni memberikan dimensi baru dalam hal pengalaman dan interaksi pengunjung terhadap karya seni.Komentar-komentar yang dianalisis menunjukkan bahwa pengunjung, meskipun hanya melihat melalui media digital, tetap mampu merasakan keterlibatan emosional serta memberikan respons terhadap karya yang ditampilkan.AR dalam seni menawarkan pendekatan yang lebih interaktif dibanding seni konvensional.Melalui AR, pengunjung dapat melihat karya seni yang hidup dan bergerak di ruang nyata melalui layar perangkat mereka.Hal ini membuka peluang baru bagi seniman untuk menyampaikan pesan artistik mereka, serta memperluas jangkauan audiens yang tidak dapat hadir secara fisik di lokasi pameran.Pengalaman ini menjadi penting, terutama dalam konteks keterbatasan mobilitas seperti pada masa pandemi atau bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kegiatan seni.Meskipun demikian, implementasi AR dalam pameran seni tidak lepas dari berbagai tantangan dan batasan.Beberapa komentar menunjukkan adanya keraguan terhadap kualitas teknis karya seni berbasis AR.Tantangan lainnya adalah rendahnya produktivitas dan kesiapan sumber daya manusia di Indonesia dalam mengelola dan mengembangkan teknologi ini.Keterbatasan teknologi, minimnya infrastruktur pendukung, dan kurangnya edukasi mengenai potensi AR dalam seni juga menjadi hambatan dalam mengintegrasikan teknologi ini secara luas di dunia seni Indonesia.Dalam hal ini, kolaborasi antara seniman, teknologi, kurator, dan institusi seni sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dalam pameran seni berbasis AR, perlu ada upaya untuk meningkatkan aksesibilitas teknologi AR di kalangan pengunjung. Hal ini dapat dilakukan melalui edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan AR, serta menyediakan perangkat yang memadai untuk mengakses fitur-fitur AR. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan aspek-aspek artistik dalam pengembangan konten AR, agar pengalaman pengunjung menjadi lebih kaya dan bermakna. Kolaborasi antara seniman, teknisi, dan kurator dapat membantu menciptakan konten AR yang menarik dan relevan dengan tema pameran. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi kuratorial yang memanfaatkan potensi AR secara optimal, serta mengeksplorasi cara-cara baru dalam menyampaikan pesan artistik melalui teknologi AR. Dengan demikian, pameran seni berbasis AR dapat menjadi platform yang menarik dan interaktif bagi pengunjung, sekaligus mendorong perkembangan seni di era digital.

  1. Pemanfaatan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pendidikan... doi.org/10.51574/jrip.v4i1.1407Pemanfaatan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pendidikan doi 10 51574 jrip v4i1 1407
  2. Pengembangan Rancangan Pameran Virtual Berbasis Media Augmented Reality | Indonesian Journal of Curriculum... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jktp/article/view/21213Pengembangan Rancangan Pameran Virtual Berbasis Media Augmented Reality Indonesian Journal of Curriculum journal unnes ac sju index php jktp article view 21213
  3. PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ). membangun kepercayaan data penelitian kualitatif pej primary education... doi.org/10.30631/pej.v4i2.72PRIMARY EDUCATION JOURNAL PEJ membangun kepercayaan data penelitian kualitatif pej primary education doi 10 30631 pej v4i2 72
  4. Meningkatkan Pengalaman Imersif Wisatawan Melalui Augmented Reality: Studi Kasus Di The Blanco Renaissance... journal.polteksahid.ac.id/index.php/jstp/article/view/438Meningkatkan Pengalaman Imersif Wisatawan Melalui Augmented Reality Studi Kasus Di The Blanco Renaissance journal polteksahid ac index php jstp article view 438
Read online
File size4.39 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test