UNYUNY

Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya DiscourseSungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse

Globalisasi telah menciptakan dunia yang saling terhubung, baik melalui teknologi, mobilitas manusia, maupun pertukaran budaya. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran sentral dalam mempersiapkan peserta didik untuk hidup dalam masyarakat yang majemuk dan dinamis. Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda ialah kreativitas interkultural, yaitu kemampuan untuk memahami, menghargai, dan menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan interaksi lintas budaya. Kreativitas interkultural tidak hanya berfungsi sebagai jembatan komunikasi antarbudaya, melainkan juga sebagai landasan bagi terciptanya masyarakat yang inklusif, toleran, dan inovatif. Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, pengembangan kreativitas interkultural dapat diintegrasikan melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya adalah mata pelajaran Pendidikan Seni Rupa.

Studi ini menegaskan bahwa pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 15 Yogyakarta memainkan peran signifikan dalam mengembangkan kreativitas siswa dalam konteks keberagaman budaya.Dengan latar belakang siswa yang berasal dari berbagai daerah, proses pembelajaran seni rupa menjadi wadah potensial bagi terbentuknya kesadaran interkultural.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa metode yang digunakan oleh para guru bersifat fleksibel dan responsif terhadap kelas, seperti penggunaan diskusi, praktik langsung, serta strategi deep learning yang mendorong pemahaman mendalam dan keterlibatan emosional siswa dalam berkesenian.Suasana pembelajaran yang inklusif menjadi pondasi penting dalam mengakomodasi keberagaman budaya siswa.Guru tidak memaksakan satu budaya tertentu, melainkan membuka ruang bagi pertemuan berbagai latar budaya yang dibawa siswa.

Untuk meningkatkan kreativitas interkultural siswa, disarankan agar pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 15 Yogyakarta lebih menekankan pada integrasi budaya lokal dan budaya asal siswa dalam proyek-proyek seni. Selain itu, pemanfaatan media digital sebagai sarana ekspresi kreatif dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pengembangan nilai-nilai budaya mereka. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan personal, seperti pembelajaran berbasis proyek budaya, diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam memperkenalkan budaya lokal mereka melalui karya seni. Guru juga dapat mendorong siswa untuk mengakses sumber-sumber budaya melalui media sosial dan lingkungan sekitar sebagai referensi karya seni.

  1. Media Sosial untuk Budaya: Mendorong Generasi Milenial (Siswa Siswi MAN Gowa) untuk Menghargai Nilai-Nilai... ojs.inlic.org/index.php/jepkm/article/view/74Media Sosial untuk Budaya Mendorong Generasi Milenial Siswa Siswi MAN Gowa untuk Menghargai Nilai Nilai ojs inlic index php jepkm article view 74
  2. Digital Object Identifier. digital object identifier base url https doi nrct go th hasss museum based... doi.nrct.go.th//ListDoi/listDetail?Resolve_DOI=10.14456/hasss.2023.29Digital Object Identifier digital object identifier base url https doi nrct go th hasss museum based doi nrct go th ListDoi listDetail Resolve DOI 10 14456 hasss 2023 29
  3. Peran Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar | Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran.... journal.umpo.ac.id/index.php/dimensi/article/view/8210Peran Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran journal umpo ac index php dimensi article view 8210
Read online
File size556.7 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test