UNYUNY

Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya DiscourseSungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan dan karakteristik batik wayang kayu ditinjau dari goresan canting, motif isian, dan warnanya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan batik wayang kayu hampir sama seperti proses batik pada umumnya, yang membedakan hanya pada pelorodan dan finishing. (2) Goresan canting pada batik wayang kayu di Home Industry Jino Batik didominasi garis melengkung dan bergelombang serta permainan goresan canting tebal tipis memberikan kesan luwes. (3) Motif isian yang digunakan pada batik wayang kayu sangat beragam, disesuaikan dengan bagian pada batik wayang kayu. (4) Warna pada batik wayang kayu terbagi menjadi tiga yaitu warna utama untuk tubuh wayang, warna penunjang untuk atribut wayang, dan unsur warna pada isen-isen.

Proses pembuatan batik wayang kayu di Jino Batik memiliki ciri khas pada tahap pelorodan dan finishing, dengan pemanfaatan soda abu dan aplikasi cairan finishing sebanyak tiga kali.Goresan canting pada batik wayang kayu dominan berupa garis melengkung dan bergelombang yang menciptakan kesan dinamis dan kuat.Motif isian pada batik wayang kayu sangat beragam, mencakup motif tradisional dan inovasi khas Jino Batik seperti motif rantai, kuncup melati, bludri, dan ceplik.Kombinasi warna utama (cokelat dan hitam) serta warna penunjang (merah, kuning, hijau, biru) membentuk desain yang harmonis dan khas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh jenis kayu yang berbeda terhadap keawetan dan kualitas batik wayang kayu, terutama dalam konteks penggunaan bahan alami versus sintetis. Selain itu, studi tentang makna simbolis dari motif isian tradisional seperti motif rantai dan bludri bisa dilakukan untuk memahami hubungan antara seni batik dan budaya lokal. Penelitian juga bisa fokus pada inovasi pewarnaan ramah lingkungan dengan mengganti bahan kimia sintetis menjadi bahan alami yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap keindahan dan daya tahan produk.

Read online
File size1.1 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test