UMKLAUMKLA

ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan HumanioraANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi praktik periklanan, khususnya dalam industri kecantikan yang semakin memanfaatkan platform media digital seperti YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana iklan Somethinc merepresentasikan budaya Korea dan standar kecantikan ala K-beauty dalam kontennya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang menelaah makna pada dua tingkat signifikasi, yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos yang dibangun melalui iklan. Objek penelitian berupa iklan Somethinc berjudul “Look And Be Your Own Girl Crush With Somethinc yang diunggah di platform YouTube. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak langsung, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan validasi data menggunakan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Somethinc secara denotatif menampilkan perempuan dengan kulit cerah, halus, dan ekspresi percaya diri dalam aktivitas perawatan diri sehari-hari. Pada tingkat konotasi, iklan tersebut membangun makna tentang kecantikan ideal yang merujuk pada standar K-beauty, seperti kulit putih, bersih, dan bercahaya, yang kemudian dimitoskan sebagai simbol gaya hidup modern dan feminin. Representasi ini menunjukkan bagaimana budaya Korea diadaptasi oleh brand lokal Indonesia untuk meningkatkan daya tarik produk, sekaligus berpotensi membentuk persepsi dan preferensi konsumen terhadap standar kecantikan tertentu.

Studi ini menunjukkan bahwa iklan Somethinc secara konsisten menggambarkan budaya Korea dan standar kecantikan K-beauty melalui elemen visual, gestur model, pencahayaan, dan narasi sehari-hari.Pada tingkat denotatif, iklan ini menampilkan wanita-wanita yang percaya diri dengan kulit putih dan mulus yang merawat diri mereka sendiri.Pada tingkat konotatif, gambar-gambar ini menciptakan makna kecantikan ideal yang konsisten dengan konstruksi kecantikan populer dalam budaya Korea.Iklan Somethinc berfungsi sebagai sarana penyebaran mitos budaya selain sebagai sarana penjualan produk.Produk perawatan kulit dipandang sebagai kebutuhan praktis sekaligus representasi gaya hidup feminin kontemporer yang dipengaruhi oleh Korean Wave.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan selebritas Korea dalam iklan terhadap persepsi budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda Indonesia. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan respon konsumen antara daerah perkotaan dan pedesaan terhadap standar kecantikan K-beauty. Sementara itu, penelitian juga dapat mengevaluasi peran media sosial dalam memodifikasi atau memperkuat representasi budaya Korea dalam konteks periklanan lokal. Dengan menggabungkan pendekatan semiotika dan studi budaya, penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang dinamika interaksi antara globalisasi budaya dan identitas lokal.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-0-387-71311-3_6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 0 387 71311 3 6
  2. 0. ww ce a2 jy lc ma yx 5p nc 4ke 6x mv bg oh 7i 6a joa rmw rcx 7hig f6u qee kcs uh cv o3 ho 0u w2 zvz... doi.org/10.62161/revvisual.v17.57060 ww ce a2 jy lc ma yx 5p nc 4ke 6x mv bg oh 7i 6a joa rmw rcx 7hig f6u qee kcs uh cv o3 ho 0u w2 zvz doi 10 62161 revvisual v17 5706
  3. Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Dalam Film Miracle in Cell No.7 Versi Indonesia | COMMUSTY Journal... doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Dalam Film Miracle in Cell No 7 Versi Indonesia COMMUSTY Journal doi 10 38043 commusty v1i2 4082
Read online
File size288.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test