STIPASSTIPAS

Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

Artikel ini ditulis berdasarkan kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis pada para guru dan siswa yang berada di SMAN 1 Ampah, yang dimana membahas tentang bentuk penerapan nilai budaya di sekolah dengan berlandaskan pada falsafah Pendidikan Kalimantan Tengah “Pintar Tuntang Harati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan apa saja pengaruh dan cara menaggulangi permasalahan yang terjadi di dalam aspek kebudayaan di ruang lingkup sekolah SMAN 1 Ampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan media social dikarenakan situasi Covid-19 yang membuat penulis tidak bisa melakukan penelitian secara langsung dengan narasumber. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan ditemukannya beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Sekolah harus berupaya untuk menanamkan nilai kebudayaan dalam diri peserta didik, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. 2) Masuknya budaya asing ke Indonesia mengakibatkan minimnya pengetahuan insan muda mengenai nilai budaya yang sesungguhnya berperan penting di dalam proses Pendidikan. 3) Guru harus berperan aktif dalam proses implementasi nilai-nilai budaya kepada peserta didik. 4) Penerapan falsafah Pendidikan “Pintar Tuntang Harati sejauh ini sudah berjalan baik di SMAN 1 Pematang Karau, walaupun belum maksimal.

Diera digitalisasi sekarang ini dengan bertambah banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia terkhusus di wilayah Kalimantan Tengah membuat insan muda Kalimantan Tengah kurang mampu bersikap bijak dalam menentukan mana yang lebih harus diutamakan.Terutama pada decade terakhir maraknya budaya Korea yang masuk ke Indonesia melalui drama Korea bahkan idol Korea yang menarik banyak minat dari insan muda Kalimantan Tengah.Sesungguhnya hal ini bukan menjadi hal yang terlalu dikhawatirkan jika saja insan muda Kalimantan Tengah mampu bersikap bijak, seharusnya jika mereka mampu menguasai banyak wawasan mengenai budaya asing berarti mereka juga harus mampu menciptakan keseimbangan dengan menguasai wawasan mengenai kebudayaan local terkhususnya yang ada di Kalimantan Tengah.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi budaya berbasis media digital dalam menyeimbangkan pengaruh budaya asing dan lokal pada siswa SMAN 1 Ampah, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi guru dalam era digital. Selanjutnya, studi dapat meneliti kontribusi program ekstrakurikuler seni tradisional terhadap peningkatan kecerdasan budaya dan pembentukan karakter siswa yang selaras dengan falsafah Pintar Tuntang Harati, dengan mengukur perubahan sikap dan pengetahuan budaya peserta. Terakhir, disarankan mengembangkan dan menguji model pelatihan guru yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan konten budaya lokal, untuk memperkuat implementasi falsafah tersebut di kelas serta meningkatkan kemampuan guru dalam menumbuhkan rasa kebangsaan dan identitas budaya pada generasi muda.

  1. #identitas budaya#identitas budaya
  2. #nilai budaya#nilai budaya
Read online
File size79.49 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2M9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test