PENACCELERATIONPENACCELERATION

Jurnal Hukum NusantaraJurnal Hukum Nusantara

Fenomena perpindahan kewarganegaraan WNI menjadi WNA dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini menganalisis tantangan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga nasionalisme di era globalisasi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari kajian literatur dan wawancara. Faktor pendorong meliputi kondisi ekonomi yang buruk, lapangan kerja yang terbatas, dan akses transportasi yang minim, sementara faktor penarik seperti peluang kerja, pendidikan, dan fasilitas lebih baik di negara tujuan menjadi alasan utama. Globalisasi dan pengaruh budaya asing, seperti K-Pop, menyebabkan generasi muda kehilangan identitas nasional. Kurangnya pendidikan nilai-nilai Pancasila turut menurunkan kesadaran bela negara. Hasil penelitian menunjukkan perlunya kebijakan strategis untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan nasionalisme. Dampak positif berupa diaspora yang mengangkat nama baik Indonesia, namun kekurangan SDM menjadi tantangan. Fenomena ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk berbenah dan menciptakan sistem yang lebih inklusif.

Fenomena perpindahan kewarganegaraan dari WNI menjadi WNA dipengaruhi oleh berbagai faktor pendorong dan penarik yang masih relevan hingga saat ini.Faktor pendorong meliputi kondisi ekonomi yang buruk, sulitnya akses transportasi di daerah perbatasan, dan terbatasnya lapangan kerja di Indonesia.Faktor penariknya, seperti peluang kerja dan fasilitas yang lebih baik di negara tujuan, serta globalisasi yang menyebabkan generasi muda kehilangan identitas budaya.Pemerintah memiliki tantangan untuk meningkatkan rasa nasionalisme melalui pendidikan, menciptakan iklim yang mendukung, dan momentum untuk berbenah agar lebih inklusif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi pendidikan kewarganegaraan yang inovatif, termasuk penggunaan media digital dan pendekatan berbasis komunitas, dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Studi komparatif juga diperlukan untuk membandingkan kebijakan dan praktik terbaik dari negara lain dalam mengelola diaspora dan memanfaatkan potensi mereka bagi pembangunan nasional. Selain itu, perlu diteliti lebih mendalam mengenai dampak psikologis dan sosial dari perpindahan kewarganegaraan terhadap individu dan keluarga, dengan fokus pada bagaimana identitas nasional dan budaya dipertahankan atau diubah dalam konteks global yang terus berubah. Penelitian semacam ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam memperkuat ikatan antara warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, dan negara.

  1. #identitas budaya#identitas budaya
  2. #nilai pancasila#nilai pancasila
Read online
File size288.55 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2ye
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test