IAINATAIAINATA
Kabillah : Journal of Social CommunityKabillah : Journal of Social CommunityBela Negara merupakan tekad bersama untuk menjaga, merawat Negara kesatuan hingga melawan kolonialisme dari bentuk apapun, dari perang fisik sampai ideologis, dengan ditetapkan Pancasila dan UUD 45 sebagai pilar ideologis Negara Indonesia, bertujuan untuk membentengi dari transformasi ideologi luar masuk pada prinsip konsepsi Pancasala, karena Pilar-pilar tersebut sudah final dari para leluhur untuk dijadikan pedoman ketika mengalami tantangan dari perubahan zaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana konsepsi bela Negara menurut Islam? Kedua, bagaimana menerapkan bela Negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Sedangkan metode yang dipakai menggunakan pendekatan Content Semiotic dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai data primer dalam menjelaskan variable-variable. Setelah dilakukan kajian secara mendalam ditemukan bahwa Bela Negara sepaham dengan perspektif Al-Quran, dengan adanya Pancasila yang luhur dan dirumuskan oleh Soekarno dengan persetujuan para Ulama di masa dulu, terlebih di masa Nabi Saw. Ada piagam Madinah sebagai tauladan kemaslahatan warga Negara. Disamping itu bela Negara di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh Islam, dari sistem musyawarah, keadilan, dan kebebasan dengan kode etik yang harus dipatuhi, namun masalahnya adalah seringkali di lapangan tidak se ideal konsepsi teoritis, masih banyak penyimpangan atas nama bela Negara, perlu adanya pendekatan persuasive dalam ranah pendidikan, politik dan kebudayaan untuk tetap menjunjung nilai yang mendukung terhadap kesucian bela Negara.
Al-Quran tidak secara eksplisit merumuskan bentuk negara, namun menekankan pentingnya negara yang aman, berkeadilan, dan sejahtera sebagai nilai nasionalisme religius.Jihad dalam membela negara dapat diwujudkan melalui penciptaan suasana harmonis, demokrasi musyawarah, kebebasan berpendapat, serta pemerataan pendapatan untuk mencapai keadilan sosial.Kewajiban membela negara bersifat nasional dan kolektif, dilaksanakan secara fisik ketika diperintahkan oleh pemerintah atau menghadapi ancaman, menjadikan jihad sebagai kewajiban mutlak bagi seluruh warga.
Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga hal utama: pertama, bagaimana efektivitas penerapan pedagogi Islam dalam kurikulum pendidikan dasar untuk menumbuhkan nilai bela negara di kalangan remaja, dengan menguji perubahan sikap dan perilaku siswa melalui desain studi eksperimental longitudinal; kedua, apa peran media digital dalam membentuk persepsi generasi muda terhadap bela negara dan bagaimana strategi penanggulangan hoaks dapat meningkatkan pemahaman serta dukungan terhadap nilai-nilai nasionalisme, melalui analisis konten media sosial dan survei perilaku online; ketiga, bagaimana implementasi prinsip bela negara beragam di provinsi dengan komposisi agama dan budaya yang berbeda, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kendala pelaksanaannya, dengan melakukan studi komparatif kualitatif‑kuantitatif lintas daerah. Ketiga fokus penelitian ini diharapkan dapat memberikan insight yang komprehensif untuk memperkuat integrasi nilai bela negara dalam konteks modern Indonesia.
| File size | 317.18 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PERADABANPERADABAN Hasil penelitian yang diperoleh pembelajaran berbasis integrasi agama dan sains yang dilakukan menggabungkan disiplin ilmu yang serumpun, khususnya memasukkanHasil penelitian yang diperoleh pembelajaran berbasis integrasi agama dan sains yang dilakukan menggabungkan disiplin ilmu yang serumpun, khususnya memasukkan
STIK KENDALSTIK KENDAL Ini bertujuan untuk mengkaji paradoks bioetika medis dalam penyalahgunaan anestesi perspektif al-Quran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatifIni bertujuan untuk mengkaji paradoks bioetika medis dalam penyalahgunaan anestesi perspektif al-Quran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif
IAINAMBONIAINAMBON Pendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnyaPendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnya
STITMUBASTITMUBA Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dokumentasi, dan focus group discussion, kemudian dianalisis menggunakanData dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dokumentasi, dan focus group discussion, kemudian dianalisis menggunakan
STAISKUTIMSTAISKUTIM Selain itu, tantangan epistemik akibat disrupsi digital dan lemahnya literasi nilai di kalangan peserta didik memperparah problem ini. Oleh karena itu,Selain itu, tantangan epistemik akibat disrupsi digital dan lemahnya literasi nilai di kalangan peserta didik memperparah problem ini. Oleh karena itu,
IFRELIFREL Strategi efektif dalam menyusun tujuan pendidikan di Madrasah Aliyah Kepulauan Riau harus didasarkan pada sinergi kuat antara visi, tujuan, dan kurikulumStrategi efektif dalam menyusun tujuan pendidikan di Madrasah Aliyah Kepulauan Riau harus didasarkan pada sinergi kuat antara visi, tujuan, dan kurikulum
IJBE RESEARCHIJBE RESEARCH Pengembangan SDM UIKA dimulai dari penyusunan rencana strategis, struktur organisasi masa depan UIKA, dan penetapan tiga standar kompetensi penting, yaituPengembangan SDM UIKA dimulai dari penyusunan rencana strategis, struktur organisasi masa depan UIKA, dan penetapan tiga standar kompetensi penting, yaitu
IAIN SUIAIN SU Imam al‑Nawawî menekankan bahwa seorang pendidik harus memperhatikan etika personal, etika akademik dalam kegiatan ilmiah, dan etika dalam mengajar.Imam al‑Nawawî menekankan bahwa seorang pendidik harus memperhatikan etika personal, etika akademik dalam kegiatan ilmiah, dan etika dalam mengajar.
Useful /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Data awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh persentase rata-rata 85,38%. Sehingga peningkatan keseluruhan aktivitas anak mengenal huruf hijaiyahData awal 43,21%, Siklus II pertemuan 2 diperoleh persentase rata-rata 85,38%. Sehingga peningkatan keseluruhan aktivitas anak mengenal huruf hijaiyah
MULYALITERASIMULYALITERASI Faktor pendukung transformasi sosial emosional anak mencakup kepedulian guru, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambatFaktor pendukung transformasi sosial emosional anak mencakup kepedulian guru, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat
IAIN SUIAIN SU Kondisi ini lebih disebabkan oleh empat faktor, yakni budaya akademik di dayah telah berkembang secara turun temurun, masih menggunakan kurikulum dan metodologiKondisi ini lebih disebabkan oleh empat faktor, yakni budaya akademik di dayah telah berkembang secara turun temurun, masih menggunakan kurikulum dan metodologi
IAIN SUIAIN SU Selain itu, apabila ditelaah beberapa ketentuan dalam UU No. 20 Tahun 2003, didapati banyak isinya yang tidak selaras, bertentangan antara satu ayat danSelain itu, apabila ditelaah beberapa ketentuan dalam UU No. 20 Tahun 2003, didapati banyak isinya yang tidak selaras, bertentangan antara satu ayat dan