PENACCELERATIONPENACCELERATION

Jurnal Hukum NusantaraJurnal Hukum Nusantara

Kasus pemaksaan berhijab di SMK Negeri 2 Padang menyoroti persoalan kebebasan beragama yang dijamin oleh UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan lingkungan pendidikan tersebut terhadap pluralisme dan toleransi. Hijab sebagai simbol identitas seharusnya tidak dikenakan secara paksa kepada siswi non-Muslim, karena bertentangan dengan prinsip dasar Pancasila. Meskipun sekolah mengklaim aturan itu sebatas imbauan, tetap dinilai sebagai bentuk intoleransi dan diskriminasi. Penelitian ini menekankan pentingnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan pendidikan serta penghormatan terhadap pilihan individu. Diperlukan dialog dan edukasi mengenai toleransi sebagai strategi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan menghargai keberagaman di Indonesia.

Kasus pemaksaan berhijab di SMK Negeri 2 Padang mencerminkan tantangan serius dalam penerapan kebebasan beragama di Indonesia, yang seharusnya dilindungi oleh UUD 1945 dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap individu memiliki hak untuk memercayai Tuhan sesuai keyakinan mereka dan harus saling menghormati kepercayaan orang lain.Pemaksaan hijab, terutama terhadap siswi non-Muslim, melanggar prinsip pluralisme dan toleransi yang diusung Pancasila.Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, penting untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan kebijakan publik, serta memprioritaskan dialog dan edukasi tentang toleransi guna menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati antarumat beragama.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas program pendidikan toleransi yang telah diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia, dengan fokus pada pengukuran perubahan sikap dan perilaku siswa terhadap keberagaman agama. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam perspektif siswa, orang tua, dan guru terkait kebijakan seragam sekolah yang berkaitan dengan identitas agama, serta dampaknya terhadap iklim belajar yang inklusif. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan kebijakan kebebasan beragama di lingkungan sekolah antara Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki keragaman agama tinggi, guna mengidentifikasi praktik terbaik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan menghargai perbedaan.

  1. #nilai pancasila#nilai pancasila
  2. #revolusi industri#revolusi industri
Read online
File size298.84 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2yi
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test