POLSRIPOLSRI

TEKNIKATEKNIKA

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Game Interaktif Atlas Pulau Sumatera sebagai media pembelajaran geografi berbasis eksplorasi. Latar belakang penelitian adalah masih dominannya metode konvensional di sekolah dasar yang menekankan ceramah dan hafalan sehingga cenderung monoton dan kurang menarik minat belajar siswa. Kondisi tersebut mendorong perlunya media pembelajaran digital yang interaktif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Model pengembangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan enam tahapan, yaitu konsep, desain, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Hasil implementasi menghasilkan menu utama, atlas interaktif provinsi, halaman kuis, serta halaman skor. Pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai rancangan. Uji coba pengguna melibatkan 25 siswa sekolah dasar dan 25 anak nonformal. Hasilnya, diperoleh tingkat kepuasan sebesar 80% dan 80,3% yang termasuk kategori Baik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan game atlas interaktif berbasis eksplorasi mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, serta pemahaman spasial siswa Sekolah Dasar. Media ini dapat dijadikan alternatif efektif bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran geografi secara kontekstual dan menyenangkan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pengembangan Game Interaktif Atlas Pulau Sumatera sebagai media pembelajaran geografi dengan pendekatan eksplorasi berhasil diwujudkan sesuai dengan harapan yang dinyatakan pada bagian pendahuluan.Game yang dikembangkan mampu memuat konten geografi sekaligus menghadirkan aspek kebudayaan dari setiap provinsi di Pulau Sumatera, sehingga sejalan dengan tujuan penelitian untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.Hasil pengujian menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 80%, yang termasuk dalam kategori Baik.Hal ini membuktikan bahwa fitur-fitur game, seperti atlas interaktif, materi kebudayaan (pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, senjata tradisional, alat musik tradisional), fauna khas, dan landmark ikonik, dapat meningkatkan minat serta pemahaman siswa terhadap materi geografi dan budaya lokal.Dengan demikian, apa yang dirumuskan dalam bagian pendahuluan terbukti relevan dengan hasil dan pembahasan penelitian ini.Secara pedagogis, media ini efektif karena memfasilitasi pembelajaran aktif berbasis pengalaman dan penemuan, memungkinkan siswa SD membangun konsep geografi secara mandiri dan bermakna.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan mengembangkan game ini dengan menambahkan cakupan wilayah di luar Pulau Sumatera agar materi lebih luas dan relevan untuk seluruh Indonesia. Selain itu, bisa dikembangkan integrasi teknologi augmented reality atau virtual reality untuk meningkatkan interaktivitas dan pengalaman belajar siswa. Terakhir, perlu dilakukan peningkatan responsivitas tampilan game agar cocok untuk berbagai jenis perangkat dan ukuran layar, sehingga meminimalkan keterbatasan teknis saat penggunaan di lingkungan sekolah. Dengan tiga arah pengembangan ini, diharapkan game dapat menjadi media pembelajaran geografi yang lebih efektif, menarik, dan inklusif bagi peserta didik di berbagai daerah.

  1. Pengaruh Media Flashcard Berbasis Digital terhadap Kemampuan Membaca Awal Anak Usia 5-6 Tahun | Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/4152Pengaruh Media Flashcard Berbasis Digital terhadap Kemampuan Membaca Awal Anak Usia 5 6 Tahun Jurnal obsesi index php obsesi article view 4152
Read online
File size1.35 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test