POLSRIPOLSRI

Jurnal Laporan Akhir Teknik KomputerJurnal Laporan Akhir Teknik Komputer

Virtual Reality adalah pemunculan gambar-gambar tiga dimensi yang dibuat oleh komputer sehingga terlihat nyata dengan bantuan sejumlah peralatan tertentu, yang menjadikan penggunanya seolah-olah terlibat langsung secara fisik. Penerapan media pembelajaran berupa teknologi Virtual Reality pada bidang pendidikan bertujuan untuk meningkatkan daya serap informasi yang diterima oleh mahasiswa. Selama ini metode pembelajaran mata kuliah fotografi dasar pada Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya hanya dengan cara tertulis yaitu materi slide power point menggunakan infocus maupun tidak tertulis yaitu materi yang langsung diberikan oleh dosen pengajar. Media pembelajaran mata kuliah fotografi dasar berbasis Virtual Reality ini terdiri dari materi Depth of Field, Point of Interest dan Sudut Pandang (angle camera). Metode penelitian terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu perancangan, pembuatan asset 3D, implementasi dan pengujian. Pada tahapan pengujian dibagi menjadi dua yaitu pengujian Virtual Reality dengan menguji fungsionalitas dari fitur-fitur yang disediakan dan pengujian perhitungan kuesioner memiliki dua kategori, yaitu kuesioner Alpha untuk para ahli di bidang multimedia dengan index presentase rata-rata 80% dan kuesioner Beta untuk mahasiswa yang membutuhkan infomasi mendapatkan index presentase rata-rata 86%.

Media pembelajaran fotografi dasar berbasis Virtual Reality dikembangkan menggunakan Blender 3D dan Verge3D, menghasilkan format HTML yang dapat diakses melalui berbagai perangkat, termasuk Virtual Reality Oculus Quest 2.Pengujian terhadap responden Alpha (ahli) menunjukkan indeks persentase 80% (Sangat Baik), dan responden Beta (mahasiswa) mencapai 86% (Sangat Baik), menegaskan efektivitasnya sebagai pengganti media pembelajaran tertulis.Secara keseluruhan, melalui Black Box Testing, media ini berhasil diimplementasikan dan layak digunakan sebagai media pembelajaran fotografi dasar yang interaktif dan mudah dipahami.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada eksplorasi lebih mendalam mengenai potensi teknologi Virtual Reality dalam pendidikan fotografi. Salah satu arah yang menarik adalah melakukan studi perbandingan yang ketat untuk mengukur secara kuantitatif efektivitas media pembelajaran VR ini. Penting untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dalam hasil belajar dan penguasaan keterampilan fotografi praktis antara mahasiswa yang belajar menggunakan media VR ini dengan mereka yang hanya mengandalkan metode pengajaran tradisional, seperti materi slide atau ceramah. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan bukti yang lebih kuat tentang dampak pedagogis sesungguhnya dari media VR. Selain itu, mengingat bahwa aksesibilitas perangkat VR masih menjadi tantangan, penelitian dapat dikembangkan untuk menguji dan membandingkan pengalaman pengguna serta efektivitas belajar ketika media VR ini diadaptasi untuk platform mobile yang lebih mudah dijangkau, seperti aplikasi berbasis Android atau iOS yang kompatibel dengan perangkat VR sederhana. Ini akan membantu memahami bagaimana performa dan daya serap materi berubah di berbagai tingkatan akses perangkat keras, sehingga media ini bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak mahasiswa. Terakhir, ada peluang besar untuk memperluas cakupan materi dalam media pembelajaran VR ini. Studi dapat mengeksplorasi kelayakan dan dampak pengembangan modul VR untuk topik fotografi yang lebih kompleks atau keterampilan lanjutan, misalnya teknik pencahayaan studio yang rumit, komposisi tingkat lanjut, atau bahkan proses editing foto yang interaktif. Menguji bagaimana VR dapat menyederhanakan pemahaman konsep-konsep abstrak atau prosedur yang sulit dalam fotografi akan membuka jalan bagi inovasi kurikulum yang lebih komprehensif.

Read online
File size1.36 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test