DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA

Jurnal Desain Indonesia.Jurnal Desain Indonesia.

Media sosial seringkali dianggap sebagai sebuah platform digital yang hanya berkutat seputar media komunikasi jejaring bersifat keseharian, seperti untuk kebutuhan mengisi waktu luang atau menjalin koneksi dengan teman sejawat dan keluarga. Namun seiring dengan berkembangnya popularitas model pembelajaran blended, penggunaan media sosial dalam ranah pendidikan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Secara umum, klasifikasi media sosial untuk kebutuhan proses pembelajaran dapat terbagi atas dua kategori, yaitu sebagai sumber konten, serta alat koordinasi atau komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji interaksi pembelajaran experiential learning dalam mata kuliah Literasi Visual. Sehingga pada eksperimen ini media sosial Instagram diuji dan dieksperimenkan pada salah satu tugas kuliah mata kuliah Literasi Visual pada semester dua, yaitu Visual Journal dengan berlandaskan pada model Experiential Learning. Setelah ekperimen dilakukan selama sepuluh hari, respon mahasiswa dikaji melalui lima pilar Konsorsium Sloan. Hasil yang diperoleh adalah terpenuhinya aspek kepuasan baik dari mahasiswa maupun staf pengajar dalam menggunakan media Instagram terhadap proses dan hasil pembelajaran, sehingga Instagram sebagai sosial media membuktikan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar.

Mahasiswa memanfaatkan proses experiential learning ini sebagai bagian dari pengalaman personal.Sehingga selain menambah pembendaharaan literasi visual dari hasil pengamatan, mahasiswa pun diupayakan turut memiliki kendali dalam mengeksplorasi ide hingga mewujudkannya.Pada eksperimen tugas Visual Jounal diatas, dapat disimpulkan penggunaan Instagram dengan fiturnya yang tersedia mampu mendukung experiential learning.Hal tersebut nampak dari hasil lima pilar Konsorsium Sloan yang berhasil dicapai, yaitu.Media Instagram cukup efektif dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan berinteraksi terutama bagi mahasiswa.Namun kelemahan dari pemanfaatan media Instagram ini adalah masih perlu didukung dengan dilakukannya brief dan proses tanya jawab di grup chat online kelas.Sementara Instagram belum memiliki fitur grup chat yang mumpuni.Dengan memanfaatkan media Instagram, biaya yang dihabiskan untuk tugas Visual Journal rendah.Respon mahasiswa dalam pembelajaran masih berada pada tahap apresiasi, sehingga perlu didorong agar lebih memiliki motivasi atau berani mengutarakan kritik atau saran kepada sesama rekan.Karena tugas ini masih dikategorikan mudah bagi mahasiswa maka ada kemungkinan untuk menyesuaikan levelnya secara bertahap.Tim dosen merasakan kemudahan dengan memanfaatkan media Instagram.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, bagaimana cara meningkatkan interaksi dan kolaborasi antar mahasiswa dalam tugas Visual Journal ini, terutama dalam hal memberikan kritik dan saran yang konstruktif. Kedua, apakah ada cara untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengerjakan tugas ini, sehingga mereka tidak hanya sekadar mengapresiasi karya teman-teman mereka, tetapi juga memberikan umpan balik yang lebih mendalam dan konstruktif. Ketiga, bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan fitur grup chat online kelas untuk mendukung proses pembelajaran dan interaksi antar mahasiswa, serta apakah ada alternatif platform lain yang lebih efektif untuk tujuan ini. Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi dan metode yang lebih efektif dalam meningkatkan interaksi, kolaborasi, dan motivasi mahasiswa dalam tugas Visual Journal berbasis experiential learning menggunakan media sosial Instagram.

Read online
File size705.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test