UNJAUNJA

Jurnal Psikologi JambiJurnal Psikologi Jambi

Cedera merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi atlet, tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis dan keberlanjutan karier olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses resiliensi atlet pasca cedera melalui pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak. Subjek penelitian berjumlah lima atlet dari cabang olahraga karate, sepak takraw, muaythai, futsal, dan tinju di lingkungan FIKK UNM. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Analisis menghasilkan lima tema utama: Pertama, respons emosional negatif pada fase awal (kaget, takut, frustrasi, sedih) yang dipengaruhi dimensi sosial-kultural, seperti rasa malu, kekhawatiran terhadap penilaian sosial, dan ekspektasi dari lingkungan. Kedua, ancaman terhadap peran dan masa depan sebagai atlet. Ketiga, tantangan selama pemulihan berupa kebosanan, konflik internal antara dorongan kembali berlatih dan disiplin rehabilitasi, serta tekanan sosial dari lingkungan kompetitif. Keempat, sumber daya internal (efikasi diri, regulasi emosi, ketangguhan mental, dan self-talk). Kelima, sumber daya eksternal (dukungan keluarga, pelatih, dan rekan tim). Resiliensi terbentuk melalui interaksi faktor internal (efikasi diri, regulasi emosi, ketangguhan mental) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, pelatih, dan rekan tim). Seluruh subjek menunjukkan post-injury growth sebagai manifestasi tertinggi resiliensi. Penelitian ini berkontribusi menghadirkan model dinamika resiliensi atlet pasca cedera yang kontekstual dalam budaya kolektivistik Indonesia.

Cedera olahraga menimbulkan dampak psikologis yang kompleks dan berlapis.Respons emosional negatif yang muncul tidak semata-mata merupakan reaksi terhadap rasa sakit fisik, melainkan mencerminkan ancaman serius terhadap identitas atletik.Dalam konteks budaya Indonesia yang kolektivistik, rasa malu sebagai konstruk sosial terbukti memiliki bobot psikologis signifikan yang membedakan respons atlet Indonesia dari pola yang dilaporkan dalam studi-studi Barat.Fase pemulihan merupakan periode yang menuntut kapasitas psikologis tinggi.kebosanan akibat keterbatasan aktivitas fisik yang mengancam kebutuhan kompetensi dan otonomi.konflik internal antara dorongan intrinsik untuk segera kembali berlatih dengan keharusan mematuhi protokol rehabilitasi.serta tekanan sosial dari lingkungan kompetitif yang dalam budaya kolektivistik dirasakan sebagai ancaman terhadap identitas kelompok.Resiliensi terbentuk melalui interaksi dinamis antara faktor internal (efikasi diri, regulasi emosi, ketangguhan mental, dan positive self-talk) dengan faktor eksternal (dukungan keluarga, pelatih, dan rekan tim).Post-injury growth teridentifikasi sebagai hasil akhir dari proses resiliensi yang berhasil mengingat seluruh subjek tidak hanya pulih ke kondisi semula tetapi mengalami pertumbuhan psikologis berupa kedewasaan emosional dan penguatan identitas diri.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan biopsikososial dalam program rehabilitasi atlet, yang tidak hanya fokus pada pemulihan fisik tetapi juga mengintegrasikan dukungan psikologis terstruktur. Pelatih dan pembina olahraga perlu dilatih dalam komunikasi psikologis dan teknik reframing kognitif untuk membantu atlet mengelola emosi dan memahami cedera sebagai bagian dari perjalanan olahraga. Lembaga olahraga harus mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal, seperti dukungan keluarga besar dan spiritualitas, sebagai aset dalam program pendampingan psikologis. Selain itu, penelitian kuantitatif atau mixed methods dapat dilakukan untuk menguji model dinamika resiliensi pada populasi lebih luas, serta mengeksplorasi peran spiritualitas dan nilai-nilai kultural lokal sebagai moderator resiliensi. Program intervensi psikologis yang menggabungkan penguatan efikasi diri, pelatihan regulasi emosi, dan dukungan sosial dalam konteks budaya Indonesia juga perlu diujikan untuk meningkatkan efektivitas pemulihan atlet.

  1. nata. nata need enable javascript run app doi.org/10.4085/1062-6050-49.3.52nata nata need enable javascript run app doi 10 4085 1062 6050 49 3 52
Read online
File size665.4 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test