UNMUNM

DEDIKASIDEDIKASI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara remaja belajar, berinteraksi, dan mengakses informasi, sekaligus menghadirkan peluang serta tantangan bagi kesehatan mental mereka. Pengenalan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan dalam kurikulum nasional meningkatkan paparan AI pada remaja. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital remaja di Kota Kendari, khususnya pemahaman penggunaan AI yang sehat dan kaitannya dengan kesehatan mental. Implementasi terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan literasi digital, serta evaluasi. Sebanyak 45 siswa sekolah menengah menjadi peserta; tingkat pencapaian diukur dengan tes pra‑dan pasca‑program serta dianalisis secara deskriptif dan uji‑t berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman, dengan skor rata‑rata naik dari 56 pada pra‑test menjadi 84 pada pasca‑test (skala 100), dan peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Program berhasil meningkatkan kesadaran remaja akan penggunaan AI secara bijak, sehingga teknologi dapat mendukung, bukan mengganggu, kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan Forum Anak Sulawesi Tenggara sebagai mitra komunitas.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi digital remaja di Kota Kendari, khususnya pemahaman dampak penggunaan AI terhadap kesehatan mental, dengan skor rata‑rata meningkat dari 56 menjadi 84 pada skala 100.Hasil tersebut menegaskan pentingnya penguatan kesadaran remaja dalam memanfaatkan teknologi secara sehat dan bijak di tengah meluasnya penggunaan AI dan penerapan mata pelajaran Koding serta Kecerdasan Artifisial.Disarankan agar kegiatan serupa diperluas cakupannya, materi diperbarui mengikuti perkembangan teknologi, serta melibatkan mitra secara berkelanjutan seperti Forum Anak Sulawesi Tenggara dan pihak sekolah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efek jangka panjang pelatihan literasi digital berbasis AI terhadap kesejahteraan mental remaja di Kota Kendari, dengan mengukur perubahan perilaku, tingkat stres, dan kualitas hidup selama satu hingga dua tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan perbandingan efektivitas antara berbagai alat edukasi AI, seperti chatbot interaktif versus modul pembelajaran berbasis video, untuk menentukan pendekatan yang paling meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan manfaat AI serta mempromosikan perilaku penggunaan yang sehat. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran keterlibatan orang tua dalam memandu penggunaan AI oleh remaja, dengan menguji apakah program edukasi bersama orang tua‑anak dapat memperkuat kontrol diri, mengurangi kecenderungan ketergantungan, dan meningkatkan kemampuan remaja dalam melakukan diagnosis diri secara tepat. Ketiga arah studi ini akan memberikan dasar empiris yang kuat untuk memperbaiki kebijakan pendidikan digital dan intervensi kesehatan mental yang lebih terintegrasi, serta membantu komunitas lokal dalam merancang program yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika teknologi yang terus berkembang.

  1. PENGGUNAAN AI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL | Fadhillah | Jurnal EMPATI.... ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/46723PENGGUNAAN AI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL Fadhillah Jurnal EMPATI ejournal3 undip ac index php empati article view 46723
Read online
File size433.87 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test