UNMUNM

DEDIKASIDEDIKASI

Karang Taruna merupakan organisasi pemuda yang berperan strategis dalam mendukung pembangunan desa melalui partisipasi aktif masyarakat. Namun, kapasitas institusional dan kompetensi teknis Karang Taruna di Kabupaten Barru masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan pembangunan. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam monitoring dan pengawasan pembangunan desa. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan, mentoring, implementasi teknologi digital, serta pengembangan strategi keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Karang Taruna terkait mekanisme pembangunan desa, praktik monitoring partisipatif, dan prosedur pelaporan sistematis. Program juga berhasil meningkatkan kolaborasi antara Karang Taruna dan pemerintah desa dalam mendorong tata kelola pembangunan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Keberlanjutan program didukung oleh pembentukan tim monitoring desa, kerja sama institusional, dan penyediaan panduan pengawasan pembangunan partisipatif.

Pelaksanaan program peningkatan kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam fungsi pengawasan pembangunan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengawasan pembangunan desa.Melalui pelatihan, pendampingan, dan koordinasi dengan pemerintah desa, Karang Taruna mampu memahami tugas, mekanisme, dan teknik dasar dalam melakukan pengawasan yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.Sinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, dan Karang Taruna berkontribusi pada tata kelola pembangunan desa yang lebih terbuka dan responsif.Keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan regulasi, pendanaan, serta komitmen bersama untuk terus memperkuat kapasitas pemuda di tingkat desa.

Untuk memperkuat peran Karang Taruna dalam pembangunan desa, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek. Pertama, mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan digital terhadap efisiensi pengawasan pembangunan desa. Kedua, mengkaji potensi penggunaan teknologi blockchain dalam meningkatkan transparansi penggunaan dana desa melalui sistem pelaporan otomatis. Ketiga, meneliti peran Karang Taruna dalam memfasilitasi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan pembangunan desa. Penelitian-penelitian ini dapat mengembangkan model inovatif berbasis teknologi dan inklusivitas gender untuk meningkatkan daya saing desa secara berkelanjutan.

Read online
File size692.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test