LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA
JNUSJNUSNyadran adalah tradisi ritual masyarakat Jawa yang lazim dilakukan menjelang Ramadan melalui rangkaian besik kubur, ziarah, doa bersama, dan kenduri/makan bersama; tradisi ini penting dikaji karena memperlihatkan perjumpaan dinamis antara memori budaya lokal, kesalehan Islam, dan kohesi sosial di tengah berkembangnya wacana purifikasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana prosesi Nyadran di Dusun Kuncen (Karangduren, Tengaran, Semarang) berlangsung menjelang Ramadan, (2) bagaimana tanda-tanda ritual (objek, tindakan, ujaran, dan ruang-waktu) dimaknai warga, serta (3) bagaimana Nyadran berfungsi secara sosial-keagamaan sebagai arena negosiasi tradisi lokal dan devosi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan desain studi kasus; data diperoleh melalui observasi partisipatif sepanjang rangkaian Nyadran, wawancara mendalam dengan sesepuh dusun, rois/tokoh agama, panitia, dan warga, serta studi dokumen untuk triangulasi, kemudian dianalisis secara tematik-interpretatif dengan lensa semiotik–ritual (semiotika Peirce-Barthes dan teori ritual Turner–Bell) untuk memetakan relasi sign–object–interpretant serta proses ritualisasi, liminalitas, dan pembentukan communitas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Nyadran di Kuncen bukan sisa tradisi, melainkan sistem penandaan yang memproduksi makna bersih (lahir-batin-sosial) sebagai kesiapan Ramadan; tanda-tanda seperti bunga, kemenyan, apem–ketan–kolak, tumpeng, kenduri, serta waktu Ruwah/Syaban berfungsi sebagai perangkat komunikasi simbolik yang menegaskan syukur, bakti kepada leluhur/orang tua, disiplin moral, dan solidaritas komunal, sekaligus memperlihatkan rekontekstualisasi penghormatan leluhur ke dalam repertoar devosi Islam (tahlil, doa, sedekah) sehingga Nyadran bekerja sebagai Islam vernakular yang adaptif. Rekomendasi penelitian meliputi dokumentasi berbasis komunitas (arsip audio-visual dan tertulis), penguatan literasi agama–budaya yang inklusif untuk menjelaskan makna simbolik dan batas syariat, pelibatan pemuda dan sekolah sebagai media pendidikan karakter tanpa pemaksaan tafsir tunggal, tata kelola berkelanjutan (transparansi iuran, pengelolaan sampah, penataan makam ramah lingkungan), serta riset lanjutan komparatif lintas-desa dan analisis perubahan wacana keagamaan terhadap praktik Nyadran.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Nyadran di Kuncen bukan sisa tradisi, melainkan sistem penandaan yang memproduksi makna bersih (lahir-batin-sosial) sebagai kesiapan Ramadan.tanda-tanda seperti bunga, kemenyan, apem–ketan–kolak, tumpeng, kenduri, serta waktu Ruwah/Syaban berfungsi sebagai perangkat komunikasi simbolik yang menegaskan syukur, bakti kepada leluhur/orang tua, disiplin moral, dan solidaritas komunal, sekaligus memperlihatkan rekontekstualisasi penghormatan leluhur ke dalam repertoar devosi Islam (tahlil, doa, sedekah) sehingga Nyadran bekerja sebagai Islam vernakular yang adaptif.Rekomendasi penelitian meliputi dokumentasi berbasis komunitas (arsip audio-visual dan tertulis), penguatan literasi agama–budaya yang inklusif untuk menjelaskan makna simbolik dan batas syariat, pelibatan pemuda dan sekolah sebagai media pendidikan karakter tanpa pemaksaan tafsir tunggal, tata kelola berkelanjutan (transparansi iuran, pengelolaan sampah, penataan makam ramah lingkungan), serta riset lanjutan komparatif lintas-desa dan analisis perubahan wacana keagamaan terhadap praktik Nyadran.
Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) dokumentasi berbasis komunitas (arsip audio-visual dan tertulis) untuk merekam narasi asal-usul, urutan prosesi, dan perubahan praktik Nyadran sebagai sumber belajar yang tahan lama bagi generasi muda; (2) penguatan literasi religio-budaya yang inklusif melalui lingkaran studi atau kelas budaya yang menjelaskan makna simbolik dan batas-batas normatif Nyadran secara dialogis, sehingga warga dapat membedakan substansi devosi (doa, sedekah, syukur) dari unsur-unsur budaya yang diperdebatkan. Dengan demikian, Nyadran dapat dipertahankan sebagai ruang hidup untuk pembentukan etika dan kesiapan spiritual komunal, bukan hanya sebagai formalitas.
- Sedekah Bumi (Nyadran) sebagai Konvensi Tradisi Jawa dan Islam Masyarakat Sraturejo Bojonegoro | Arinda... doi.org/10.18860/el.v16i1.2771Sedekah Bumi Nyadran sebagai Konvensi Tradisi Jawa dan Islam Masyarakat Sraturejo Bojonegoro Arinda doi 10 18860 el v16i1 2771
- Revisiting the Javanese Muslim Slametan: Islam, Local Tradition, Honor and Symbolic Communication | Nasir... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57203Revisiting the Javanese Muslim Slametan Islam Local Tradition Honor and Symbolic Communication Nasir aljamiah index php AJIS article view 57203
- TRADISI SAMBATAN DAN NYADRAN DI DUSUN SURUHAN | Anam | Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan. tradisi sambatan... ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/15255TRADISI SAMBATAN DAN NYADRAN DI DUSUN SURUHAN Anam Sabda Jurnal Kajian Kebudayaan tradisi sambatan ejournal undip ac index php sabda article view 15255
| File size | 565.67 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Upaya pencegahannya memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya sekadar sosialisasi aturan, tetapi juga internalisasi nilai. Pengabdian masyarakatUpaya pencegahannya memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya sekadar sosialisasi aturan, tetapi juga internalisasi nilai. Pengabdian masyarakat
UINSAUINSA Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk akhlak, adab, dan keteladanan. Pendidikan karakter sangatDalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk akhlak, adab, dan keteladanan. Pendidikan karakter sangat
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Tradisi pesantren memiliki peran yang sangat kuat dalam membentuk moral santri sekaligus melestarikan budaya lokal. Pesantren juga menghadapi berbagaiTradisi pesantren memiliki peran yang sangat kuat dalam membentuk moral santri sekaligus melestarikan budaya lokal. Pesantren juga menghadapi berbagai
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Festival Generasi Emas secara efektif meningkatkan karakter anak, mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik, dan menciptakan lingkungan edukatifFestival Generasi Emas secara efektif meningkatkan karakter anak, mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik, dan menciptakan lingkungan edukatif
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Penelitian ini mengkaji konsep Tazkiyatun Nafs (spiritual purification) dalam Kidung Wahyu Kolosebo karya Sri Narendra Kalaseba sebagai bentuk integrasiPenelitian ini mengkaji konsep Tazkiyatun Nafs (spiritual purification) dalam Kidung Wahyu Kolosebo karya Sri Narendra Kalaseba sebagai bentuk integrasi
IAI TABAHIAI TABAH Bait-bait ini secara efektif berfungsi sebagai model instruksional verbal, menyajikan gambaran jelas tentang perilaku dan kebajikan ideal yang dapat diamatiBait-bait ini secara efektif berfungsi sebagai model instruksional verbal, menyajikan gambaran jelas tentang perilaku dan kebajikan ideal yang dapat diamati
STAI TBHSTAI TBH Selanjutnya, untuk memperoleh pendidikan karakter yang baik bagi pendidik, pendidikan tersebut harus berlandaskan pada Pendidikan Agama Islam. PendidikanSelanjutnya, untuk memperoleh pendidikan karakter yang baik bagi pendidik, pendidikan tersebut harus berlandaskan pada Pendidikan Agama Islam. Pendidikan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perjanjian antara Sabdopalon dan Syekh Subakir direpresentasikan dalam kehidupan masyarakat LembahPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perjanjian antara Sabdopalon dan Syekh Subakir direpresentasikan dalam kehidupan masyarakat Lembah
Useful /
UMTUMT Berdasarkan analisis regresi linear, variabel antarmuka pengguna smartphone (UI) menunjukkan hubungan positif dengan niat pembelian konsumen, dimana peningkatanBerdasarkan analisis regresi linear, variabel antarmuka pengguna smartphone (UI) menunjukkan hubungan positif dengan niat pembelian konsumen, dimana peningkatan
UINSAUINSA Namun, tantangan seperti kebutuhan pelatihan pengguna dan ketersediaan infrastruktur teknologi tetap menjadi hambatan utama. Aplikasi sistem informasiNamun, tantangan seperti kebutuhan pelatihan pengguna dan ketersediaan infrastruktur teknologi tetap menjadi hambatan utama. Aplikasi sistem informasi
UINSAUINSA Metode library research digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait tentang karakteristik, perilaku, dan kompetensi mahasiswa era milenial,Metode library research digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait tentang karakteristik, perilaku, dan kompetensi mahasiswa era milenial,
UINSAUINSA Evaluasi berkala menunjukkan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas lulusan. Program ini mendorong kolaborasi dan pertukaran informasi antar pesertaEvaluasi berkala menunjukkan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas lulusan. Program ini mendorong kolaborasi dan pertukaran informasi antar peserta