YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM

Jurnal RecomsJurnal Recoms

Penelitian ini mengkaji konsep Tazkiyatun Nafs (spiritual purification) dalam Kidung Wahyu Kolosebo karya Sri Narendra Kalaseba sebagai bentuk integrasi antara spiritualitas Islam dan budaya Jawa. Dengan pendekatan kualitatif, hermeneutik, dan Sufistik, penelitian ini menafsirkan simbolisme dan makna spiritual dalam lirik lagu terkait ajaran Imam al-Ghazali, khususnya tiga tahapan penyucian jiwa: Takhalli (pembersihan diri dari sifat negatif), Tahalli (penghiasan diri dengan sifat terpuji), dan Tajalli (pencerahan Ilahi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kidung Wahyu Kolosebo bukan hanya artefak budaya bernilai estetika, tetapi juga media dakwah dan pendidikan spiritual, membimbing individu untuk mengendalikan hawa nafsu, mengembangkan karakter mulia, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Liriknya menggambarkan perjalanan batin dari pengendalian diri hingga pencerahan spiritual, yang disimbolkan oleh frasa “wahyu kolosebo, mewakili penyatuan kehendak hamba dengan kehendak Ilahi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra tradisional Jawa dapat berfungsi sebagai media efektif untuk pengembangan moral dan spiritual dalam masyarakat kontemporer, menunjukkan harmoni antara nilai-nilai Sufi dan kearifan lokal Nusantara.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kidung Wahyu Kolosebo merupakan representasi mendalam dari spiritualitas dan ajaran penyucian jiwa yang selaras dengan konsep tazkiyatun nafs dalam tasawuf Islam.Kidung ini tidak hanya berfungsi sebagai produk estetika budaya, melainkan juga sebagai sarana transendental yang merefleksikan perjalanan batin manusia menuju penyempurnaan diri dan kedekatan dengan Allah SWT.Kidung ini membuktikan bahwa sastra tradisional Jawa dapat menjadi jembatan antara ajaran Islam dan kearifan lokal, menghadirkan harmoni antara nilai-nilai Sufi dengan budaya spiritual Nusantara.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengaruh ajaran tasawuf terhadap penciptaan dan interpretasi Kidung Wahyu Kolosebo, dengan fokus pada latar belakang spiritual Sri Narendra Kalasebo dan konteks sosial-budaya pada masanya. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan dengan konsep serupa dalam tradisi spiritual Jawa lainnya, seperti tembang-tembang atau praktik keagamaan lainnya, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang signifikan. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada efektivitas Kidung Wahyu Kolosebo sebagai media pendidikan karakter dan spiritualitas bagi generasi muda, melalui studi kasus atau survei terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang terpapar dengan karya ini. Penelitian ini dapat menggali bagaimana lirik dan melodi kidung tersebut dapat menginspirasi perubahan perilaku positif dan memperkuat nilai-nilai moral serta spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang integrasi antara spiritualitas Islam, budaya Jawa, dan peran sastra dalam pembentukan karakter bangsa.

  1. Pengaruh Terapi Kidung Wahyu Kalaseba Terhadap Resiliensi Psikologis Menghadapi Pandemi Covid-19 Bagi... doi.org/10.15294/piwulang.v8i2.43337Pengaruh Terapi Kidung Wahyu Kalaseba Terhadap Resiliensi Psikologis Menghadapi Pandemi Covid 19 Bagi doi 10 15294 piwulang v8i2 43337
  2. KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KIDUNG WAHYU KOLOSEBO KARYA SRI NARENDRA KALASEBA | Jurnal Recoms. konsep... journal.yayasanhaiahnusratulislam.or.id/index.php/recoms/article/view/506KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KIDUNG WAHYU KOLOSEBO KARYA SRI NARENDRA KALASEBA Jurnal Recoms konsep journal yayasanhaiahnusratulislam index php recoms article view 506
Read online
File size570.76 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test