AKRABJUARAAKRABJUARA
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialStudi ini bertujuan mengkaji fondasi hak asasi manusia sebagai lensa analitis untuk menilai tradisi merariq (kawin lari) pada komunitas adat Sasak. Merariq adalah suatu bentuk perkawinan adat dimana calon mempelai laki-laki membawa atau melarikan calon mempelai perempuan, yang kerap kali dilakukan tanpa adanya persetujuan eksplisit dari perempuan yang bersangkutan. Adanya unsur paksaan serta potensi pelanggaran terhadap hak-hak mendasar individu menjadikan praktik ini kontroversial secara yuridis. Penelitian menerapkan metode yuridis normatif melalui teknik studi kepustakaan. Temuan penelitian mengungkap bahwa merariq sering kali dilaksanakan dengan melibatkan paksaan dan tanpa kesepakatan sukarela dari kedua belah pihak, sehingga dapat diklasifikasikan sebagai suatu pelanggaran HAM. Prinsip-prinsip inti HAM seperti universalitas, kesetaraan, larangan diskriminasi, serta sifat hak yang tidak terpisahkan dan saling bergantung turut terabaikan. Selain itu, praktik ini juga tidak selaras dengan sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang telah direvisi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Berdasarkan kajian terhadap praktik merariq dalam masyarakat adat Sasak, dapat ditegaskan bahwa pelaksanaannya mengandung pertentangan mendasar dengan ketentuan hukum yang berlaku, terutama prinsip-prinsip hak asasi manusia.Hal ini disebabkan karena praktik tersebut kerap meniadakan kebebasan individu, khususnya perempuan, dalam menentukan pilihan atas perkawinannya sendiri.Selain itu, merariq yang dilakukan dengan unsur pemaksaan tidak sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, mengingat tujuan pembentukan keluarga yang harmonis dan sejahtera tidak mungkin tercapai melalui tindakan yang melanggar hak dan kebebasan personal.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya-upaya yang komprehensif. Pertama, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi yang intensif tentang hak asasi manusia dan hak-hak perempuan kepada masyarakat Sasak, terutama kepada generasi muda. Kedua, pemerintah dan pihak berwenang harus mengambil tindakan tegas terhadap praktik merariq yang melanggar hak asasi manusia. Ketiga, penting untuk mendorong dialog dan kerjasama antara komunitas adat Sasak dan pihak berwenang untuk mencari solusi yang menghormati tradisi sekaligus melindungi hak-hak individu. Dengan demikian, dapat tercipta keseimbangan antara budaya dan hukum yang menjamin perlindungan hak asasi manusia dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
| File size | 235.47 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Tantangan geografis, seperti medan yang sulit dan aksesibilitas yang terbatas, serta tuntutan hidup yang tinggi bagi para akademisi, menjadi kendala utamaTantangan geografis, seperti medan yang sulit dan aksesibilitas yang terbatas, serta tuntutan hidup yang tinggi bagi para akademisi, menjadi kendala utama
STFXAMBONSTFXAMBON Dengan menggunakan hermeneutika filosofis yang diinspirasi Gadamer dan Ricoeur, penelitian ini menafsirkan Scito te ipsum, Collationes, dan CommentariaDengan menggunakan hermeneutika filosofis yang diinspirasi Gadamer dan Ricoeur, penelitian ini menafsirkan Scito te ipsum, Collationes, dan Commentaria
STFXAMBONSTFXAMBON Temuan menyoroti relevansi berkelanjutan dari pemikiran Mill sambil mengakui keterbatasan, seperti tantangan implementasi dan kebutuhan akan perspektifTemuan menyoroti relevansi berkelanjutan dari pemikiran Mill sambil mengakui keterbatasan, seperti tantangan implementasi dan kebutuhan akan perspektif
STFXAMBONSTFXAMBON Ketiga, lingkungan alam adalah Sabaya Diri karena kedetakan relasionalitas orang Dayak dengan alam semesta. Sabaya Diri merupakan wujud kearifan lokalKetiga, lingkungan alam adalah Sabaya Diri karena kedetakan relasionalitas orang Dayak dengan alam semesta. Sabaya Diri merupakan wujud kearifan lokal
STFXAMBONSTFXAMBON Praktik etnoreligi komunitas adat Sumping Layang mencerminkan iman dan spiritualitas lokal yang hidup, mengekspresikan hubungan harmonis antara manusia,Praktik etnoreligi komunitas adat Sumping Layang mencerminkan iman dan spiritualitas lokal yang hidup, mengekspresikan hubungan harmonis antara manusia,
STFXAMBONSTFXAMBON Pertanyaan ini dijawab melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar OMK telahPertanyaan ini dijawab melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar OMK telah
UM MetroUM Metro Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengumpulkan data mengenai budaya di Indonesia. Jurnal yang dikumpulkan berjumlah 12 jurnalMetode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengumpulkan data mengenai budaya di Indonesia. Jurnal yang dikumpulkan berjumlah 12 jurnal
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Beberapa negara telah mengatur perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional dengan cara yang berbeda melalui rezim HKI atau sui generis. Namun, diperlukanBeberapa negara telah mengatur perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional dengan cara yang berbeda melalui rezim HKI atau sui generis. Namun, diperlukan
Useful /
AKRABJUARAAKRABJUARA UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian, tetapi banyak pelaku yang masih minim pemahaman terkait akuntansi sehingga menghadapi tantangan dalamUMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian, tetapi banyak pelaku yang masih minim pemahaman terkait akuntansi sehingga menghadapi tantangan dalam
AKRABJUARAAKRABJUARA A review of the legal facts in decision 34/Pid. Pst confirms that this action was not only administratively incorrect but also resulted in losses for theA review of the legal facts in decision 34/Pid. Pst confirms that this action was not only administratively incorrect but also resulted in losses for the
STIKES BHMSTIKES BHM Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu metode pendidikan dalam berkaitan bullying Menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa kelasHasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu metode pendidikan dalam berkaitan bullying Menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa kelas
UNUGIRIUNUGIRI Setelah selesai praktik, peserta diberikan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan akhir dan pemahaman peserta pelatihan setelah mendapatkanSetelah selesai praktik, peserta diberikan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan akhir dan pemahaman peserta pelatihan setelah mendapatkan