AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Penelitian ini membahas pengalaman istri mantan gemblak dalam memaknai masa lalu suaminya, serta bentuk stigma sosial dan strategi pengelolaan kesan yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi gemblakan yang dahulu diterima sebagai bagian dari budaya dan spiritualitas warok mengalami perubahan makna seiring berkembangnya nilai keagamaan, modernitas, dan pergeseran representasi seni Reyog Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, penelitian ini menggali bagaimana pemaknaan pengalaman terbentuk melalui intersubjektivitas dan lifeworld budaya Jawa yang menekankan sikap nrimo ing pandum. Sementara itu, teori stigma dan impression management Erving Goffman digunakan untuk menganalisis bagaimana mantan gemblak dan keluarganya menghadapi pelabelan negatif dari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri mantan gemblak mampu menegosiasikan masa lalu suaminya melalui penerimaan budaya, adaptasi sosial, serta strategi pengelolaan citra keluarga agar tetap harmonis dan diterima oleh lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika budaya, nilai modern, dan pengalaman subjektif berperan penting dalam membentuk respons keluarga terhadap stigma sosial.

Penelitian ini mengungkap bahwa tradisi gemblakan, yang dulunya dianggap lazim dalam konteks spiritualitas warok dan seni Reyog Ponorogo, kini menghadapi perubahan makna dan stigma bagi para pelakunya serta keluarganya.Para istri mantan gemblak menginterpretasikan masa lalu suami mereka melalui pengalaman hidup, nilai-nilai budaya Jawa, dan penerimaan lingkungan sosial.Strategi pengelolaan kesan, yang dipengaruhi oleh teori Goffman, menjadi kunci bagi keluarga untuk menjaga harmoni dan citra positif di tengah tantangan stigma sosial.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana nilai-nilai keagamaan memengaruhi pandangan masyarakat terhadap tradisi gemblakan dan dampaknya terhadap keluarga mantan gemblak. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat stigma sosial yang dialami oleh keluarga mantan gemblak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengalaman keluarga mantan gemblak di berbagai wilayah di Jawa yang memiliki tradisi serupa, guna mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam menghadapi stigma sosial. Dengan menggali lebih dalam aspek-aspek ini, pemahaman kita tentang dampak sosial budaya tradisi gemblakan dapat diperluas, dan strategi intervensi yang lebih efektif dapat dirumuskan untuk mendukung keluarga yang terdampak.

Read online
File size353.66 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test