AKRABJUARAAKRABJUARA
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialPenelitian ini mengkaji urgensi perubahan delik aduan menjadi delik biasa dalam tindak pidana perkosaan di dalam ikatan perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 473 ayat (6) KUHP Nasional. Meskipun Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) memandang kekerasan seksual sebagai isu serius, terdapat ketidakharmonisan hukum karena di dalam KUHP Nasional dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) tetap mengategorikan perkosaan suami terhadap istri sebagai delik aduan. Masalah utama muncul ketika korban mengalami luka berat atau pingsan, namun negara tidak dapat memproses hukum tanpa pengaduan langsung dari korban. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep hukum, penelitian ini menganalisis landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis terkait aturan tersebut. Secara sosiologis, ketergantungan ekonomi, tekanan sosial, dan budaya patriarki sering kali menghalangi korban untuk melapor. Secara filosofis, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi hak asasi dan rasa aman setiap warga negara tanpa kecuali. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa batasan “kekerasan dalam Pasal 89 dan 90 KUHP, seperti kondisi pingsan atau luka berat, seharusnya menjadi dasar untuk mengubah status perkara menjadi delik biasa. Penulis merekomendasikan agar aparat penegak hukum dapat memproses laporan dari pihak ketiga berdasarkan Pasal 108 KUHAP guna menjamin keadilan bagi korban dan menghapuskan impunitas pelaku dalam ranah domestik.
Sexual violence that occurs within and outside of marriage falls into two distinct categories.The key distinction between the two lies in the relationship between the perpetrator and the victim (whether they are married or not).However, if sexual violence committed by a husband against his wife results in serious injury, unfortunately, there are currently no explicit regulations that define how the definition of “sexual violence within marriage can change from a complaint offense to a common offense.Based on this research, the author concludes that to define the “limits of violence occurring within marriage, we can use Article 89 of the Criminal Code, which states that “rendering a person unconscious or helpless is equated with using violence, and Article 90 of the Criminal Code, which defines various types of serious injury.From the various consequences arising from acts of violence in Articles 89 and 90 of the Criminal Code, we can also use Article 108 of the Criminal Procedure Code as a basis for filing a report, because in this article it is stated that everyone (anyone, meaning not limited to victims only) has the right to report if they experience, see, witness, or become a victim of a criminal act.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penerapan restorative justice dalam kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga, dengan mempertimbangkan perspektif korban dan pelaku. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif antara regulasi tentang kekerasan seksual dalam rumah tangga di Indonesia dengan negara lain yang telah lebih progresif dalam melindungi korban. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor sosial budaya, seperti norma patriarki dan tekanan sosial, mempengaruhi keputusan korban untuk melaporkan kekerasan seksual dalam rumah tangga, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat diatasi melalui program edukasi dan pemberdayaan.
| File size | 451.12 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIGRESUNIGRES Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas serta implikasi hukum penerapan restorative justice dalam kasus kekerasan seksual berdasarkan Undang-UndangPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas serta implikasi hukum penerapan restorative justice dalam kasus kekerasan seksual berdasarkan Undang-Undang
AMSIRAMSIR Prinsip ini telah banyak dipelajari dengan berbagai interpretasi mengenai makna itikad baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi prinsip itikadPrinsip ini telah banyak dipelajari dengan berbagai interpretasi mengenai makna itikad baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi prinsip itikad
AMSIRAMSIR Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum ketenagakerjaan berfungsi menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha untuk menciptakan hubunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa hukum ketenagakerjaan berfungsi menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha untuk menciptakan hubungan
AMSIRAMSIR Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hukum peserta didik melalui penanaman nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, danPendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hukum peserta didik melalui penanaman nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan
AMSIRAMSIR Studi ini meneliti efektivitas pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di KabupatenStudi ini meneliti efektivitas pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten
FHUKIFHUKI 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU
DINASTIREVDINASTIREV G/2023/PA. Stb. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut putusan hakim tersebut melalui perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2004 dan KompilasiG/2023/PA. Stb. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut putusan hakim tersebut melalui perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2004 dan Kompilasi
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan kuman pneumococcus, staphylococcus, streptococcus, dan virus. Faktor ekstrinsik meliputi kepadatan tempat tinggal,Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan kuman pneumococcus, staphylococcus, streptococcus, dan virus. Faktor ekstrinsik meliputi kepadatan tempat tinggal,
Useful /
AKRABJUARAAKRABJUARA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian bahwasanya Setiap tempat, kelompok, lembaga, organisasi dan sejenisnyaPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian bahwasanya Setiap tempat, kelompok, lembaga, organisasi dan sejenisnya
AKRABJUARAAKRABJUARA Temuan ini menegaskan bahwa dinamika budaya, nilai modern, dan pengalaman subjektif berperan penting dalam membentuk respons keluarga terhadap stigma sosial.Temuan ini menegaskan bahwa dinamika budaya, nilai modern, dan pengalaman subjektif berperan penting dalam membentuk respons keluarga terhadap stigma sosial.
DINASTIREVDINASTIREV Dalam proses pemberian kredit sudah sesuai dengan prosedur pemberian kredit 5C terutama tentang colleteral atau jaminan tetapi cacat hukum pada jaminanDalam proses pemberian kredit sudah sesuai dengan prosedur pemberian kredit 5C terutama tentang colleteral atau jaminan tetapi cacat hukum pada jaminan
MARANATHAMARANATHA Hasil: Presentasi kelompok usia ≤30 tahun (1,02%), 31-40 tahun (12,24%), 41-50 tahun (25,51%), 51-60 tahun (46,94%), dan ≥61 tahun (15,31%); payudaraHasil: Presentasi kelompok usia ≤30 tahun (1,02%), 31-40 tahun (12,24%), 41-50 tahun (25,51%), 51-60 tahun (46,94%), dan ≥61 tahun (15,31%); payudara