UNMUNM
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and HumanitiesINSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and HumanitiesPerkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi kejahatan dari bentuk konvensional menuju tindak pidana berbasis digital yang bersifat virtual, lintas yurisdiksi, dan sulit dibuktikan. Secara normatif (das sollen), sistem hukum pidana di Indonesia menghendaki adanya kepastian hukum dan efektivitas pembuktian terhadap setiap tindak pidana, termasuk kejahatan siber, melalui pengakuan alat bukti elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun dalam praktiknya (das sein), proses pembuktian tindak pidana siber menghadapi berbagai tantangan, seperti karakter bukti digital yang mudah dimodifikasi, bersifat volatil, tersebar lintas negara, serta sulitnya mengidentifikasi pelaku anonim dalam ruang siber. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, jurnal ilmiah, dan literatur terkait cybercrime serta digital forensics, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti elektronik memiliki kedudukan yang sah dan mandiri dalam sistem pembuktian pidana di Indonesia, yang diperkuat oleh Putusan Mahkamah Konstitusi. Keabsahan bukti digital sangat ditentukan oleh penerapan Chain of Custody, proses akuisisi forensik, penggunaan write-blocker, serta verifikasi integritas melalui nilai hash. Selain itu, ahli forensik digital memegang peran penting dalam menjelaskan validitas dan reliabilitas alat bukti elektronik di persidangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuktian tindak pidana siber memerlukan adaptasi hukum acara pidana, penguatan kapasitas digital forensics, serta harmonisasi regulasi guna menjamin kepastian hukum dan efektivitas penegakan hukum di era digital.
Transformasi kejahatan digital telah mengubah pola pembuktian pidana, menjadikan bukti elektronik instrumen utama yang diakui secara hukum melalui UU ITE dan Putusan Mahkamah Konstitusi.Karena sifat bukti digital yang nonfisik, mudah dimodifikasi, dan volatil, penerapan Chain of Custody, akuisisi forensik, penggunaan write‑blocker, dan verifikasi hash menjadi krusial untuk memastikan otentisitas, integritas, dan reliabilitasnya.Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas forensik digital, pembaruan hukum acara pidana, serta harmonisasi regulasi agar sistem pembuktian Indonesia dapat mengatasi tantangan cybercrime di era transformasi digital.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan model standar operasional prosedur Chain of Custody yang dapat diterapkan secara lintas yurisdiksi, sehingga bukti digital yang disimpan pada server internasional tetap terjaga keasliannya sejak tahap pengumpulan hingga persidangan. Studi ini sebaiknya mencakup analisis prosedur dokumentasi, mekanisme transfer data, dan peran lembaga internasional dalam mengawasi rantai penjagaan bukti. Selanjutnya, diperlukan penelitian empiris mengenai efektivitas penggunaan teknologi write‑blocker otomatis berbasis kecerdasan buatan, yang diharapkan dapat meminimalkan risiko kontaminasi data selama akuisisi forensik di lokasi kejadian dan mempercepat proses verifikasi integritas. Kajian tersebut dapat menguji keandalan algoritma AI dalam mendeteksi perubahan bit serta mengukur dampaknya terhadap kualitas bukti di pengadilan. Selain itu, kajian komparatif tentang harmonisasi regulasi forensik digital antara Indonesia dan negara‑negara ASEAN dapat mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk memperbarui hukum acara pidana nasional. Penelitian ini harus memetakan perbedaan kebijakan, standar teknis, dan mekanisme kerjasama lintas batas, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang kontekstual. Dengan demikian, ketiga arah riset ini akan memberikan dasar ilmiah bagi peningkatan kapasitas forensik, memperkuat kerangka hukum, dan memastikan bahwa sistem pembuktian Indonesia dapat menghadapi tantangan cybercrime secara efektif.
| File size | 347.33 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTADUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima iklan tersebut melanggar etika pariwara Indonesia, terutama pada pasal yang mengatur penggunaan klaim superlatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima iklan tersebut melanggar etika pariwara Indonesia, terutama pada pasal yang mengatur penggunaan klaim superlatif.
UGUG Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 13 item leksikal yang diambil dari dua pidato Mamdani dalam konteks politik yangMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 13 item leksikal yang diambil dari dua pidato Mamdani dalam konteks politik yang
UGUG Kehadiran 15 data ini menunjukkan bahwa hampir semua teks tertulis, terlepas dari audiens sasaran, memiliki potensi kuat untuk mengandung berbagai strukturKehadiran 15 data ini menunjukkan bahwa hampir semua teks tertulis, terlepas dari audiens sasaran, memiliki potensi kuat untuk mengandung berbagai struktur
UNHJAMBIUNHJAMBI Perkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong munculnya berbagai brand fashion lokal. Namun, banyak usaha fashion lokal masih menghadapi tantanganPerkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong munculnya berbagai brand fashion lokal. Namun, banyak usaha fashion lokal masih menghadapi tantangan
USUUSU Oleh karena itu, regulasi yang komprehensif dan adaptif sangat dibutuhkan untuk menjamin perlindungan konsumen digital, memperkuat mekanisme pemantauanOleh karena itu, regulasi yang komprehensif dan adaptif sangat dibutuhkan untuk menjamin perlindungan konsumen digital, memperkuat mekanisme pemantauan
UNTADUNTAD Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan tema berbasis kearifan lokal dalam kampanye GNPIP di Sulawesi Tengah, dengan fokus pada konsep MositandePenelitian ini menekankan pentingnya pengembangan tema berbasis kearifan lokal dalam kampanye GNPIP di Sulawesi Tengah, dengan fokus pada konsep Mositande
USUUSU Literasi perdagangan karbon sangat mendesak bagi masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaranLiterasi perdagangan karbon sangat mendesak bagi masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran
USUUSU Praktik inside trading merupakan suatu bentuk pelanggaran/kejahatan dalam pasar modal di Indonesia sehingga pelanggaran yang kerap terjadi dalam pasarPraktik inside trading merupakan suatu bentuk pelanggaran/kejahatan dalam pasar modal di Indonesia sehingga pelanggaran yang kerap terjadi dalam pasar
Useful /
UNHJAMBIUNHJAMBI Dalam konteks tersebut, fasilitator pendamping memiliki peran penting dalam membangun hubungan komunikasi yang efektif dengan nasabah agar proses pendampinganDalam konteks tersebut, fasilitator pendamping memiliki peran penting dalam membangun hubungan komunikasi yang efektif dengan nasabah agar proses pendampingan
UNHJAMBIUNHJAMBI Kesimpulannya, gaya komunikasi tersebut digunakan secara kontekstual sehingga membentuk komunikasi yang bervariasi; penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasiKesimpulannya, gaya komunikasi tersebut digunakan secara kontekstual sehingga membentuk komunikasi yang bervariasi; penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi
CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA Selain itu, sebagai salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tuberkulosis biasanya menyerang organ paru-paru manusia dan bagian tubuh lainnyaSelain itu, sebagai salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, tuberkulosis biasanya menyerang organ paru-paru manusia dan bagian tubuh lainnya
CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam puisi “Aku karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan semiotika. Chairil Anwar, sebagaiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam puisi “Aku karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan semiotika. Chairil Anwar, sebagai