UGUG

Journal of Language and LiteratureJournal of Language and Literature

Penelitian ini mengkaji makna konotatif dalam pidato Zohran Mamdani serta kaitannya dengan identitas Muslim. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai peran makna konotatif dalam wacana politik, khususnya dalam merepresentasikan identitas kelompok minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna konotatif positif dan negatif serta menjelaskan hubungannya dengan ekspresi identitas Muslim. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 13 item leksikal yang diambil dari dua pidato Mamdani dalam konteks politik yang berbeda. Analisis dilakukan menggunakan teori makna konotatif dari Leech (1981) serta konsep bahasa dan identitas dari Joseph (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 data memiliki konotasi positif yang mencerminkan afirmasi identitas, martabat, rasa memiliki, visibilitas, dan solidaritas, sedangkan 7 data memiliki konotasi negatif yang berkaitan dengan marginalisasi, stigma, prasangka, dan tekanan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa makna konotatif berperan penting dalam mengekspresikan dan membentuk identitas dalam konteks sosial yang lebih luas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa makna konotatif memainkan peran penting dalam konstruksi identitas Muslim dalam pidato Zohran Mamdani.Temuan mengidentifikasi 13 item leksikal dengan makna konotatif, terdiri dari 6 konotasi positif dan 7 konotasi negatif.Konotasi positif menekankan afirmasi, martabat, rasa memiliki, dan solidaritas, sementara konotasi negatif mencerminkan marginalisasi, stigma, diskriminasi, dan tekanan sosial.Analisis menunjukkan bahwa hubungan antara konotasi dan identitas tidak tetap, dengan makna positif cenderung berfungsi sebagai bentuk afirmasi dan negosiasi identitas, sedangkan makna negatif merepresentasikan pengalaman hidup dan identitas yang dibentuk oleh konstruksi eksternal.Studi ini mendukung pandangan Leech (1981) tentang nilai emosional dan asosiatif dari makna konotatif, serta pandangan Joseph (2004) bahwa identitas dibangun melalui bahasa dan interaksi sosial.Penelitian ini mengakui beberapa keterbatasan, seperti sifat kualitatif dan purposif analisis, dan menyarankan perlu perluasan korpus untuk analisis komparatif yang lebih luas.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas korpus data dengan memasukkan pidato dari berbagai konteks politik dan pembicara yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan analisis komparatif yang lebih luas dan komprehensif tentang peran makna konotatif dalam konstruksi identitas Muslim. Selain itu, penelitian dapat fokus pada analisis makna konotatif dalam pidato politik dari berbagai kelompok minoritas, untuk memahami bagaimana identitas kelompok minoritas dibentuk dan direpresentasikan melalui bahasa. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana makna konotatif dapat digunakan untuk menantang stereotip dan prasangka terhadap kelompok minoritas, dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada dialog dan pemahaman yang lebih inklusif dalam masyarakat.

  1. CONNOTATIVE MEANINGS AS MUSLIM IDENTITY  IN ZOHRAN MAMDANI’S SPEECHES | Journal of Language... ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/sastra/en/article/view/273CONNOTATIVE MEANINGS AS MUSLIM IDENTITY AIN ZOHRAN MAMDANIAoS SPEECHES Journal of Language ejournal gunadarma ac index php sastra en article view 273
  2. The Analysis of Connotative Meaning in Political Speeches of President Donald Trump | Journey: Journal... ejurnal.uibu.ac.id/index.php/journey/article/view/3010The Analysis of Connotative Meaning in Political Speeches of President Donald Trump Journey Journal ejurnal uibu ac index php journey article view 3010
Read online
File size738.08 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test