UNTADUNTAD

KinesikKinesik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran etika periklanan dalam bentuk klaim superlatif yang digunakan pada iklan Azarine Kids, Ichitan, Le Minerale, SGM, dan Zwitsal yang ditayangkan di YouTube. Klaim superlatif sering kali digunakan untuk menarik perhatian konsumen dengan menyatakan keunggulan produk secara berlebihan, tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi dari tayangan iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima iklan tersebut melanggar etika pariwara Indonesia, terutama pada pasal yang mengatur penggunaan klaim superlatif. Pelanggaran tersebut berpotensi menyesatkan konsumen, merugikan pesaing, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap merek. Selain itu, kurangnya bukti pendukung dalam klaim tersebut mengindikasikan ketidaksesuaian dengan standar etika dan peraturan periklanan.

Penelitian menunjukkan iklan harus mematuhi etika dan peraturan, menyajikan informasi jujur serta akurat.Klaim superlatif seperti “100%, “satu‑satunya, atau “terbaik pada iklan Azarine Kids, Ichitan, Le Minerale, SGM, dan Zwitsal sering tidak didukung bukti, sehingga dapat menyesatkan konsumen dan melanggar Etika Pariwara Indonesia.Oleh karena itu, pengiklan harus memastikan semua klaim berbasis fakta yang dapat dipertanggungjawabkan guna meningkatkan kualitas iklan, mencegah pelanggaran etika, dan melindungi hak konsumen.

Penelitian lanjutan dapat menguji pengaruh klaim superlatif terhadap niat beli konsumen dengan desain eksperimental yang membandingkan berbagai kategori produk di platform YouTube; selanjutnya, diperlukan pengembangan kerangka pedoman verifikasi bukti klaim superlatif dalam iklan digital serta evaluasi keefektifannya bersama pengiklan dan regulator; terakhir, analisis longitudinal mengenai dampak penegakan Etika Pariwara Indonesia terhadap reputasi merek dan tingkat kepercayaan konsumen dapat dilakukan dengan membandingkan brand yang mematuhi dan yang melanggar regulasi selama beberapa tahun, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat.

  1. Prologia. analisis pengaruh daya tarik kualitas pesan selebriti endorser keputusan pembelian uniqlo prologia... journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/10373Prologia analisis pengaruh daya tarik kualitas pesan selebriti endorser keputusan pembelian uniqlo prologia journal untar ac index php prologia article view 10373
  2. La protección constitucional del consumidor frente a la publicidad engañosa | methaodos.revista... doi.org/10.17502/m.rcs.v6i1.209La protecciyn constitucional del consumidor frente a la publicidad engayosa methaodos revista doi 10 17502 m rcs v6i1 209
  3. 0. pdf obj wtt wz 0tz wqf qd ebeq ql df yy cw dq ys8 5rt 5bmrq bd 6dy csei.ase.md/journal/files/issue_71/EEJRS_Issue_71_200-217_MOR.pdf0 pdf obj wtt wz 0tz wqf qd ebeq ql df yy cw dq ys8 5rt 5bmrq bd 6dy csei ase md journal files issue 71 EEJRS Issue 71 200 217 MOR pdf
  4. Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia di Koran Kedaulatan Rakyat | Jurnal Audiens. pelanggaran etika pariwara... doi.org/10.18196/jas.v4i4.323Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia di Koran Kedaulatan Rakyat Jurnal Audiens pelanggaran etika pariwara doi 10 18196 jas v4i4 323
Read online
File size604.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test