USUUSU

Mahadi: Indonesia Journal of LawMahadi: Indonesia Journal of Law

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pergeseran pola konsumsi masyarakat menuju layanan digital berbasis internet, salah satunya melalui layanan Over The Top (OTT). Kehadiran platform OTT seperti HBO Go menawarkan kemudahan akses konten hiburan secara fleksibel dan legal, namun dalam praktiknya juga menimbulkan berbagai persoalan hukum, khususnya terkait ketidaksesuaian layanan dengan syarat dan ketentuan serta maraknya pelanggaran hak kekayaan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ketidaksesuaian layanan OTT HBO Go dari perspektif perlindungan konsumen serta implikasinya terhadap perlindungan hak cipta di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus, dengan menelaah ketentuan hukum yang berlaku serta fenomena pembajakan konten digital seperti serial Game of Thrones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian layanan HBO Go, seperti gangguan akses, perubahan paket secara sepihak, dan kurangnya transparansi informasi, berpotensi melanggar hak konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Di sisi lain, tingginya tingkat pembajakan konten digital mencerminkan lemahnya penegakan hukum hak cipta di ruang digital, yang berdampak pada kerugian ekonomi dan moral pencipta serta menurunkan kepercayaan terhadap platform OTT resmi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia masih mengalami kekosongan regulasi yang komprehensif dalam mengatur layanan OTT. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan regulasi khusus yang adaptif untuk menjamin perlindungan konsumen, penegakan hak kekayaan intelektual, serta menciptakan ekosistem digital yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Berdasarkan analisis, Indonesia masih menghadapi kekosongan regulasi yang signifikan dalam memberikan perlindungan hukum optimal bagi konsumen dan pemegang hak cipta terhadap ketidaksesuaian layanan OTT seperti HBO Go dan maraknya pembajakan konten digital.Situasi ini bersumber dari lemahnya implementasi prinsip akuntabilitas oleh penyedia, posisi tawar konsumen yang lemah, dan sistem perlindungan hak cipta yang belum efektif, mengakibatkan kerugian ekonomi dan moral bagi kreator serta melemahkan platform legal.Oleh karena itu, regulasi yang komprehensif dan adaptif sangat dibutuhkan untuk menjamin perlindungan konsumen digital, memperkuat mekanisme pemantauan dan kontrol konten, serta menegakkan hak kekayaan intelektual secara efektif, guna menciptakan ekosistem digital yang adil, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Mengingat tantangan kompleks yang muncul dari layanan Over-The-Top (OTT) di Indonesia, penelitian lanjutan perlu fokus pada pengembangan kerangka regulasi yang lebih adaptif. Sebuah studi bisa mengeksplorasi model pengaturan hibrida yang mengintegrasikan aspek hukum penyiaran, telekomunikasi, dan perlindungan konsumen secara komprehensif, khususnya dalam menghadapi sifat lintas batas layanan digital. Penting untuk menganalisis bagaimana yurisdiksi lain, seperti Uni Eropa dengan Digital Services Act mereka, berhasil menyeimbangkan inovasi dan akuntabilitas platform, serta bagaimana praktik terbaik ini dapat diadaptasi ke konteks hukum Indonesia tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi digital. Selanjutnya, penelitian dapat menelisik mekanisme akuntabilitas proaktif bagi platform OTT. Daripada hanya mengandalkan sistem notice-and-takedown yang reaktif, bagaimana peraturan dapat mewajibkan dan mendorong platform untuk secara aktif mencegah pelanggaran hak cipta dan memastikan kualitas layanan yang konsisten? Hal ini bisa mencakup evaluasi teknologi pemantauan konten berbasis kecerdasan buatan, pengembangan standar operasional yang transparan, serta penentuan batas tanggung jawab platform atas ketidakpatuhan atau kelalaian dalam menegakkan hak konsumen dan hak kekayaan intelektual. Terakhir, sangat relevan untuk mengkaji dampak ekonomi dari penerapan regulasi OTT yang lebih ketat terhadap ekosistem kreatif dan investasi di Indonesia. Apakah regulasi yang komprehensif akan menghambat inovasi atau justru menciptakan iklim yang lebih sehat dan berkelanjutan? Ini melibatkan analisis mendalam mengenai bagaimana perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat dan jaminan perlindungan konsumen dapat meningkatkan kepercayaan, mendorong investasi dalam produksi konten lokal, serta membentuk ekosistem digital yang adil dan transparan bagi semua pemangku kepentingan, dari kreator hingga konsumen.

  1. "Comparison of Digital Copyright Protection on Over the Top (OTT) Strea" by Agung Kurniawan... doi.org/10.22304/pjih.v8n2.a2Comparison of Digital Copyright Protection on Over the Top OTT Strea by Agung Kurniawan doi 10 22304 pjih v8n2 a2
  2. "Perlindungan Hukum Terhadap Karya Cipta Pada Layanan Over The Top (OTT)" by Nuruzzhahrah Diza.... scholarhub.ui.ac.id/telj/vol1/iss1/4Perlindungan Hukum Terhadap Karya Cipta Pada Layanan Over The Top OTT by Nuruzzhahrah Diza scholarhub ui ac telj vol1 iss1 4
Read online
File size705.13 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test