UKMCUKMC

Prosiding National Conference Management and BusinessProsiding National Conference Management and Business

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan dan tingkat hedonisme terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan pinjaman online. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode kausalitas, penelitian dilakukan terhadap 100 responden Generasi Z pengguna pinjaman online di Kota Palembang, yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap minat penggunaan pinjaman online; semakin tinggi pemahaman keuangan seseorang, semakin rendah kecenderungannya untuk menggunakan pinjaman online. Selain itu, tingkat hedonisme juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, bertolak belakang dengan hipotesis awal yang menyatakan adanya pengaruh positif. Koefisien determinasi (R²) financial literacy dan tingkat hedonisme memiliki pengaruh sebesar 51,3% terhadap minat penggunaan pinjaman online, sedangkan 48,7% dipengaruhi oleh variabel lain variasi minat penggunaan pinjaman online dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi keuangan di kalangan Generasi Z untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman online dan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan lainnya yang memengaruhi minat penggunaan pinjaman online.

Financial literacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat pengguna pinjaman online pada generasi Z, artinya semakin tinggi literasi keuangan, semakin rendah minat menggunakan pinjaman online.Tingkat hedonisme juga berpengaruh negatif terhadap minat penggunaan pinjaman online, bertolak belakang dengan hipotesis awal.Variabel financial literacy dan tingkat hedonisme bersama-sama menjelaskan 51,3% variasi minat penggunaan pinjaman online, sedangkan 48,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh pendapatan pribadi atau penghasilan sampingan terhadap minat penggunaan pinjaman online pada Generasi Z, untuk melihat apakah kemampuan finansial langsung memoderasi hubungan antara literasi keuangan dan keputusan berhutang. Selain itu, perlu dikaji bagaimana tekanan sosial dari lingkungan sebaya atau pengaruh media sosial membentuk persepsi terhadap penggunaan pinjaman online, mengingat Generasi Z sangat terpapar konten digital. Penelitian juga bisa mengeksplorasi motivasi psikologis di balik penggunaan pinjaman online melalui pendekatan kualitatif mendalam, seperti wawancara atau studi etnografi, agar dapat memahami konteks sosial, emosional, dan budaya yang tidak terungkap dalam data kuantitatif. Penggabungan metode campuran juga dapat dilakukan untuk memperkaya temuan, serta memperluas cakupan wilayah ke daerah selain kota besar guna melihat perbedaan pola penggunaan berdasarkan latar belakang ekonomi dan akses teknologi. Dengan demikian, hasil penelitian akan lebih komprehensif dalam menjelaskan faktor-faktor utama yang mendorong ketergantungan pada pinjaman online di kalangan muda. Studi lanjutan juga bisa meneliti efektivitas program edukasi keuangan berbasis digital dalam meningkatkan literasi keuangan dan menurunkan minat berhutang secara impulsif. Selain itu, penting untuk mengevaluasi bagaimana stigma sosial terhadap utang memengaruhi keputusan finansial remaja dan dewasa muda. Penelitian juga dapat menguji peran regulasi pemerintah dan perlindungan konsumen terhadap persepsi risiko dalam penggunaan fintech pinjaman. Akhirnya, analisis perbandingan antar generasi (misalnya, Generasi Z dan Milenial) bisa memberikan wawasan tentang evolusi perilaku finansial dalam konteks digitalisasi layanan keuangan. Hal ini penting untuk merancang kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran.

Read online
File size754.13 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test