UNJAUNJA

Jurnal Psikologi JambiJurnal Psikologi Jambi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik pada remaja pengguna instagram di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 409 responden, rentang usia 12-21 tahun yang tinggal di kota Makassar dan menggunakan Instagram. Alat ukur yang dipakai yaitu skala Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,830 dan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,887. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui software IBM SPSS Statistic 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik dengan nilai signifikansi (2-tailed) <0.001 < 0.05 dan nilai pearson correlation (r) sebesar 0,182 yang termasuk dalam kategori hubungan lemah. Artinya, semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami remaja, semakin tinggi pula kecenderungan narsistik yang muncul dalam penggunaan Instagram. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kesepian dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang berkontribusi terhadap munculnya kecenderungan narsistik di kalangan remaja pengguna instagram.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kesepian dan kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Instagram di Kota Makassar.Semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami remaja, semakin besar kecenderungan mereka menampilkan perilaku narsistik di media sosial.Meskipun hubungan yang ditemukan tergolong lemah, hasil ini menegaskan bahwa kesepian dapat mendorong remaja mencari pengakuan sosial melalui citra diri ideal di Instagram.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar remaja menggunakan media sosial secara bijak tanpa menjadikan validasi sosial sebagai ukuran nilai diri. Dukungan dari orang tua dan pendidik penting untuk membantu remaja membangun penerimaan diri dan interaksi sosial yang sehat. Penelitian selanjutnya dapat menambah variabel seperti self-esteem, self-control, serta motif penggunaan media sosial, dan melakukan penelitian longitudinal untuk memahami perkembangan kesepian dan narsistik dari waktu ke waktu. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap perilaku narsistik di media sosial, seperti self-esteem, kontrol diri, dan intensitas penggunaan media sosial. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperluas pemahaman mengenai dinamika psikologis remaja pengguna media sosial, khususnya dalam konteks budaya Indonesia.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-3514.39.3.472APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 3514 39 3 472
Read online
File size377.38 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test