UNJAUNJA

Jurnal Psikologi JambiJurnal Psikologi Jambi

Studi kasus kualitatif ini mengeksplorasi penerapan Model Keyakinan Kesehatan (HBM) dalam memahami proses pengambilan keputusan individu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menggunakan pengobatan alternatif spiritual berbasis air doa untuk penyembuhan. Dengan sampling tujuan, tiga subjek utama dan orang-orang penting mereka dipilih berdasarkan penggunaan eksklusif air doa, iman Islam, dan pembesaran lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis untuk mengidentifikasi dimensi HBM: persepsi rentan, keparahan, manfaat, penghalang, petunjuk tindakan, dan efikasi diri. Temuan menunjukkan bahwa gejala tak terjelaskan meningkatkan persepsi rentan, sedangkan dampak fisik dan psikologis yang parah menegaskan persepsi keparahan. Manfaat yang dirasakan, termasuk ketenangan batin dan peningkatan spiritual, menjadi motivator utama, didukung oleh penghalang yang rendah karena penerimaan budaya. Petunjuk tindakan seperti dukungan keluarga dan pemimpin agama, serta efikasi diri yang tinggi, lebih lanjut mendorong adopsi pengobatan. Hasil ini menyoroti interaksi antara persepsi kesehatan pribadi, keyakinan spiritual, dan pengaruh sosial-budaya dalam membentuk perilaku kesehatan. Studi ini menekankan relevansi HBM dalam menjelaskan praktik kesehatan spiritual dan memberikan wawasan untuk pendidikan kesehatan yang peka budaya untuk menyeimbangkan keyakinan tradisional dengan perawatan medis berbasis bukti.

Studi ini menemukan bahwa penggunaan air doa sebagai pengobatan alternatif spiritual di Sleman, yang memiliki akses tinggi terhadap layanan kesehatan biomedis, dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara persepsi kesehatan pribadi, norma budaya, dan keyakinan agama.Model Keyakinan Kesehatan (HBM) menjelaskan bahwa ketiadaan penjelasan medis untuk gejala yang persisten menciptakan ruang kosong yang diisi oleh kerangka spiritual, sehingga air doa diadopsi sebagai respons yang paling koheren secara budaya.Penemuan ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan harus mempertimbangkan kedua dimensi.perawatan medis berbasis bukti dan praktik spiritual yang diakui secara budaya.Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim seperti Sleman, penggunaan HBM dapat menjadi alat untuk merancang program kesehatan yang lebih inklusif dan efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media digital seperti grup WhatsApp dalam memengaruhi keputusan penggunaan pengobatan spiritual, memperluas sampel penelitian ke populasi yang lebih beragam, dan membandingkan validitas HBM di berbagai konteks agama dan budaya. Selain itu, penelitian bisa mempelajari interaksi antara pengobatan alternatif dan perawatan medis konvensional dalam mengatasi kondisi kronis, serta mengembangkan model pendidikan kesehatan yang menggabungkan prinsip spiritual dan ilmiah. Hal ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana faktor budaya dan agama dapat diintegrasikan dalam sistem kesehatan modern secara efektif.

Read online
File size353.91 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test