UGUG

Journal of Language and LiteratureJournal of Language and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses ekranisasi unsur‑unsur intrinsik, termasuk alur cerita, karakter, dan latar, dari novel “Cinta dalam Ikhlas (2017) karya Kang Abay ke dalam adaptasi filmnya (2024) yang disutradarai oleh Fajar Bustomi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten. Teori ekranisasi yang digunakan mencakup tiga proses utama: reduksi (penyusutan), ekspansi (penambahan), dan perubahan variasi. Hasil menunjukkan bahwa dalam aspek alur cerita, terdapat penyusutan pada kenangan masa SMP karakter utama dan perubahan variasi pada media pengumuman ujian dari koran menjadi sistem online. Dalam aspek jumlah saudara kandung karakter utama dan karakter, penghapusan beberapa karakter pendukung. Sementara itu, dalam aspek setting, dilakukan penyesuaian visual untuk mendukung dramatisasi cerita di layar lebar. Kesimpulannya, transformasi dari novel ke film mengalami berbagai perubahan signifikan untuk menyesuaikan dengan durasi dan estetika media audiovisual tanpa kehilangan esensi pesan agama dalam cerita.

Pengumuman ujian yang diadaptasi ke era digital.aspek karakter mengalami pengurangan jumlah anggota keluarga serta penghapusan karakter pendukung yang memengaruhi struktur naratif dan fokus penonton pada konflik.serta aspek setting menambah detail visual dan mengubah waktu pertemuan untuk memperkuat perjalanan emosional Athar tanpa dramatisasi sinematik yang berlebihan, namun tetap menjaga kompleksitas naratif.Penambahan ini tetap mempertahankan esensi ketegangan dramatis dan keterlibatan visual, serta cerita tentang perjalanan spiritual dan perjuangan melepaskan cinta.Akibatnya, film menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dari membaca namun tetap menjaga tema sentral iman, ketulusan, pengorbanan, dan ketahanan emosional.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana persepsi penonton terhadap perubahan intrinsik yang terjadi pada adaptasi novel Cinta dalam Ikhlas dengan menggunakan metode survei kuantitatif untuk mengukur tingkat kepuasan dan pemahaman cerita. Selain itu, studi komparatif antara adaptasi film lain yang berangkat dari novel religius dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola umum dalam proses reduksi, ekspansi, dan variasi, dengan pendekatan analisis konten lintas kasus. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital dalam penyajian pengumuman ujian pada film adaptasi, meneliti apakah penambahan elemen digital meningkatkan relevansi cerita bagi generasi milenial, melalui eksperimen desain eksperimental dengan grup kontrol. Metode wawancara mendalam dengan sutradara dan penulis skenario dapat memberikan insight tentang keputusan kreatif yang mempengaruhi proses ecranisasi, sehingga memperkaya teori adaptasi media. Selanjutnya, analisis longitudinal terhadap persepsi penonton sebelum dan sesudah menonton film dapat menilai perubahan interpretasi nilai‑nilai religius yang disampaikan oleh cerita. Akhirnya, penelitian dapat menguji pengaruh variasi setting visual terhadap tingkat empati penonton terhadap karakter utama, menggunakan teknik pengukuran psikofisiologis seperti galvanic skin response.

  1. THE POWER OF SPEECH ACTS OF DEMONIC EXORCISM PRAYERS IN THE FILM POPE’S EXORCIST (2023 | Journal... doi.org/10.35760/jll.2025.v13i1.14136THE POWER OF SPEECH ACTS OF DEMONIC EXORCISM PRAYERS IN THE FILM POPEAoS EXORCIST 2023 Journal doi 10 35760 jll 2025 v13i1 14136
Read online
File size714.41 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test