UNTADUNTAD

KinesikKinesik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian tradisi rejung sebagai warisan budaya lokal: studi peran pemangku adat di Desa Air Teras Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik menurut George Herbert Mead (mind, self, society). Mind (pikiran) dalam penelitian, pemangku adat melakukan kegiatan sosialisasi budaya dengan menggunakan bahasa lokal dalam menjelaskan rejung sebagai simbol dan bahasa budaya daerah setempat, menghubungkan makna rejung dengan realita sosial. Self (diri) pemangku adat melakukan interaksi sosial secara langsung dalam membentuk identitas (sefl) generasi muda dengan cara melibatkan langsung dalam kegiatan pelatihan dan kegiatan budaya. Society (masyarakat) melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan budaya dan perlombaan budaya yang akan memperkuat peran generasi muda sebagai pelestari budaya.

Penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian tradisi rejung di Desa Air Teras dilakukan melalui strategi interaksi simbolik (mind, self, society), di mana pemangku adat menyosialisasikan budaya dengan menggunakan bahasa lokal dan mengaitkannya dengan realitas sosial serta memberikan pelatihan budaya.Selain itu, pemangku adat membentuk identitas generasi muda secara langsung melalui interaksi sosial, pelatihan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan budaya.Akhirnya, masyarakat dilibatkan dalam berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, yang memperkuat peran generasi muda sebagai pelestari budaya.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efektivitas penggunaan media digital (misalnya aplikasi seluler atau platform video) dalam mentransmisikan tradisi rejung kepada generasi muda di beberapa desa, sehingga dapat dibandingkan tingkat partisipasi dan pemahaman antara metode konvensional dan digital. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif antara strategi pelestarian tradisi rejung yang diterapkan di Kabupaten Seluma dengan strategi di kabupaten lain yang memiliki tradisi serupa, untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan kontekstual yang berbeda. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal yang mengintegrasikan kandungan rejung ke dalam kurikulum sekolah dasar selama beberapa tahun dapat mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap identitas budaya siswa dan persepsi mereka terhadap nilai-nilai lokal, serta mengukur perubahan sikap terhadap pelestarian budaya di kalangan generasi muda.

  1. PERAN MOSALAKI SEBAGAI PEMIMPIN MASYARAKAT ADAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA DEMOKRASI (KULA KAME) PADA... jurnal.untan.ac.id/index.php/JPPKn/article/view/49734PERAN MOSALAKI SEBAGAI PEMIMPIN MASYARAKAT ADAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA DEMOKRASI KULA KAME PADA jurnal untan ac index php JPPKn article view 49734
Read online
File size344.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test