UNTADUNTAD

KinesikKinesik

Tekanan psikologis yang dialami generasi muda akibat krisis identitas dan ketidakpastian hidup mendorong hadirnya representasi nilai positif dalam budaya populer. Lagu Express Mode karya Super Junior menjadi media ekspresi yang mengangkat tema pantang menyerah dan ketangguhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna pantang menyerah dalam lirik lagu tersebut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap tiga tingkat makna: denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil menunjukkan bahwa lirik Express Mode membentuk citra pahlawan modern yang progresif dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Representasi ini diperkuat oleh pengalaman nyata Super Junior selama dua dekade dalam industri hiburan. Lagu ini berfungsi sebagai agen budaya yang menyampaikan nilai ideologis seperti keberanian, optimisme, dan ketekunan. Kesimpulannya, Express Mode bukan sekadar lagu perayaan karier, melainkan narasi simbolik yang membangun semangat juang dan ketahanan psikologis bagi generasi muda dalam realitas modern.

Berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes dan teori representasi Stuart Hall, dapat disimpulkan bahwa lagu Express Mode karya Super Junior merupakan representasi simbolik yang kompleks tentang nilai pantang menyerah, keberanian, dan ketangguhan individu maupun kolektif dalam menghadapi tantangan hidup modern.Melalui tiga lapis makna yaitu denotatif sebagai makna literal, konotatif sebagai makna emosional atau kultural, dan mitos sebagai makna ideologis atau nilai yang dinaturalisasi, lirik-lirik lagu ini membentuk narasi tentang figur pahlawan progresif yang terus maju, menolak stagnasi, dan mampu mengendalikan ketidakpastian.Representasi ini diperkuat oleh pengalaman nyata para anggota Super Junior yang merefleksikan nilai-nilai yang mereka suarakan dalam lagu, serta dipertegas oleh keterlibatan audiens yang menjadikan lagu ini sebagai cermin perjuangan dan refleksi diri.Temuan ini konsisten dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa media populer, khususnya musik K-pop, berperan aktif dalam membentuk ketahanan psikologis dan menyuarakan nilai-nilai afirmatif yang inspiratif.Dengan demikian, lagu Express Mode tidak hanya tampil sebagai karya musik yang menghibur secara estetis, melainkan juga sebagai agen budaya yang menyampaikan pesan kehidupan yang relevan dan membangun.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas objek kajian pada karya musik K-pop lain dari grup maupun genre berbeda untuk menelaah bagaimana identitas kelompok dan latar budaya membentuk representasi nilai pantang menyerah. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan analisis multimodal yang mencakup lirik, video musik, koreografi, serta performa panggung, karena aspek verbal dan nonverbal dalam media populer saling melengkapi dalam membangun pesan. Melibatkan perspektif audiens atau penggemar juga akan memberikan gambaran bagaimana pesan motivasi tersebut diterima, ditafsirkan, dan disebarkan melalui praktik konsumsi media, sehingga membuka peluang kajian interdisipliner yang menghubungkan musik populer dengan komunikasi visual, budaya media, dan dinamika masyarakat.

  1. A COGNITIVE STYLISTIC ANALYSIS OF PINK FLOYD’S SONG LYRIC “TIME” | KLAUSA (Kajian Linguistik,... doi.org/10.33479/klausa.v8i1.903A COGNITIVE STYLISTIC ANALYSIS OF PINK FLOYDAoS SONG LYRIC AuTIMEAy KLAUSA Kajian Linguistik doi 10 33479 klausa v8i1 903
  2. koneksi. representasi kecantikan drama korea true beauty analisis semiotika roland barthes koneksi main... doi.org/10.24912/kn.v7i1.15896koneksi representasi kecantikan drama korea true beauty analisis semiotika roland barthes koneksi main doi 10 24912 kn v7i1 15896
Read online
File size359.53 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test