UNJAUNJA

Jurnal Psikologi JambiJurnal Psikologi Jambi

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan self-efficacy terhadap stres akademik pada mahasiswa di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test pada satu kelompok. Lima mahasiswa dengan kategori stres akademik tinggi dipilih sebagai subjek penelitian. Pelatihan terdiri dari dua sesi, yaitu psikoedukasi tentang self-efficacy dan praktik langsung menggunakan alat peraga. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor stres akademik dari 106,60 pada pre-test menjadi 93,20 pada post-test dengan nilai t = 5,043 dan p = 0,007. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan self-efficacy efektif dalam menurunkan stres akademik. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan self-efficacy sebagai strategi untuk meningkatkan stres akademik mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan self-efficacy secara signifikan berpengaruh dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa psikologi dasar di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.Perbedaan rata-rata skor pre-test dan post-test menunjukkan penurunan tingkat stres akademik yang signifikan, dengan nilai t = 5,043 dan p = 0,007 (< 0,05).Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis psikoedukasi mampu meningkatkan keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik.Pelatihan ini efektif karena mengintegrasikan teori self-efficacy yang dikemukakan oleh Bandura, mencakup aspek magnitude, strength, dan generality.Dengan memahami konsep self-efficacy dan menerapkannya dalam situasi nyata, mahasiswa mampu mengelola tekanan akademik dengan lebih baik.Kesimpulan ini menegaskan pentingnya pelatihan berbasis self-efficacy sebagai salah satu upaya dalam mendukung kesejahteraan emosional mahasiswa dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan akademik.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi atau perguruan tinggi. Desain eksperimen yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial (RCT), dapat digunakan untuk memperkuat hasil penelitian. Selain itu, pengukuran follow-up dapat ditambahkan untuk mengetahui keberlangsungan efektivitas pelatihan dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan efektivitas pelatihan self-efficacy dengan bentuk intervensi psikologis lainnya, seperti pelatihan regulasi emosi, mindfulness, pelatihan resiliensi, atau manajemen stres. Peran variabel lain seperti dukungan sosial, resiliensi, strategi coping, motivasi berprestasi, atau kecerdasan emosional dapat dikaji sebagai mediator maupun moderator dalam hubungan antara self-efficacy dan stres akademik.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 55 5 469
  2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Akademik | Psyche 165 Journal. faktor mempengaruhi stres akademik... doi.org/10.35134/jpsy165.v13i2.84Faktor Faktor yang Mempengaruhi Stres Akademik Psyche 165 Journal faktor mempengaruhi stres akademik doi 10 35134 jpsy165 v13i2 84
Read online
File size392.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test