KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK

Jurnal Keterapian FisikJurnal Keterapian Fisik

Osteoarthritis lutut adalah penyakit degeneratif sendi lutut akibat ausnya tulang rawan dan pembentukan tulang baru di permukaan sendi, sering menyebabkan nyeri, kaku, dan penurunan kemampuan fungsional. Women berisiko lebih tinggi (18%) dibanding pria (9,6%) secara global. Risiko bertambah dengan usia tua, berat badan berlebih, riwayat cedera atau operasi lutut. Penelitian ini bertujuan menilai efek rilis miofasial pita iliotibial ditambah terapi standar untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional pasien osteoarthritis lutut. Rancangan penelitian eksperimental dua kelompok pre-post-test dilakukan terhadap 30 pasien yang terdiagnosis osteoarthritis lutut grade 1. Kelompok 1 mendapat terapi standar (TENS dan shortwave diathermy), kelompok 2 mendapat terapi standar plus rilis miofasial pita iliotibial selama 12 sesi dalam 4 minggu. Nyeri diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS) dan aktivitas fungsional dengan Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC). Hasil menunjukkan penurunan skor nyeri signifikan pada kedua kelompok (p < 0,05), namun penurunan lebih besar pada kelompok 2 (17,9 poin) vs kelompok 1 (21,6 poin). Peningkatan aktivitas fungsional juga lebih besar pada kelompok 2 (26,45 poin) dibanding kelompok 1 (5,72 poin). Analisis statistik membuktikan adanya perbedaan efek bermakna antara terapi standar ditambah rilis miofasial pita iliotibial terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi pada osteoarthritis lutut. Kesimpulan: Pemberian rilis miofasial pita iliotibial bersama terapi standar lebih efektif mengurangi nyeri dan memperbaiki aktivitas fungsional pasien osteoarthritis lutut dibanding terapi standar saja.

Terdapat perbedaan pengaruh antara terapi standar ditambah rilis miofasial pita iliotibial terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan aktivitas fungsional pada osteoarthritis lutut.Kombinasi ini lebih baik daripada terapi standar saja dengan nilai p = 0,00 untuk peningkatan aktivitas fungsional.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dikaji apakah kombinasi rilis miofasial berbagai jalur otot sekitar lutut, bukan hanya pita iliotibial, bisa memberikan efek lebih besar pada nyeri dan fungsi pasien osteoarthritis. Selain itu, penting meneliti durasi serta frekuensi optimal rilis miofasial, misalnya apakah 8 atau 16 sesi lebih efektif daripada 12 sesi, agar protokol terapi dapat dipadukan dengan tepat. Terakhir, mengingat osteoarthritis sering disertai kegemukan dan usia lanjut, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk melihat apakah hasil rilis miofasial tetap superior bila disandingkan dengan program penurunan berat badan atau latihan kebugaran berbasis rumah secara daring, sehingga memberi manfaat nyata secara ekonomis dan jangka panjang bagi pasien.

  1. Effects of Compressive Myofascial Release of Vastus Lateralis on Lateral Patellar Tracking in Patients... thejas.com.pk/index.php/pjhs/article/view/1187Effects of Compressive Myofascial Release of Vastus Lateralis on Lateral Patellar Tracking in Patients thejas pk index php pjhs article view 1187
  2. JBEB - Knee Osteoarthritis: An Overview of Recent Interventions. jbeb knee overview recent avestia publishing... jbeb.avestia.com/2017/001.htmlJBEB Knee Osteoarthritis An Overview of Recent Interventions jbeb knee overview recent avestia publishing jbeb avestia 2017 001 html
  1. #job crafting#job crafting
  2. #brachial plexus injury#brachial plexus injury
Read online
File size312.4 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2jc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test