UNSRATUNSRAT

JMUOJMUO

Kerusakan gigi salah satunya adalah karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Buah sirih (Piper betle L) dapat digunakan sebagai tanaman obat karena memiliki kandungan senyawa tanin sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa tanin dan menguji aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, kloroform, dan etil asetat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik. Pengujian kandungan senyawa tanin dilakukan secara kualitatif terhadap ekstrak buah sirih menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektrofotometer UV-Vis, serta pengujian antibakteri pada konsentrasi 3%, 4%, 5%, dan 6% untuk masing-masing fraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga fraksi: n-heksan, kloroform, dan etil asetat positif mengandung senyawa tanin. Pengujian antibakteri pada konsentrasi tersebut menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari ketiga fraksi terhadap bakteri Streptococcus mutans, dengan daya hambat yang termasuk dalam kategori kuat.

Fraksi n-heksan, kloroform, dan etil asetat dari buah sirih (Piper betle L) positif mengandung senyawa tanin.Ketiga fraksi tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 3%, 4%, 5%, dan 6%.Aktivitas antibakteri yang dihasilkan termasuk dalam kategori kuat, dengan fraksi kloroform memiliki daya hambat paling tinggi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa tanin spesifik dalam fraksi kloroform yang menunjukkan daya hambat tertinggi, agar dapat diketahui struktur kimia dan mekanisme kerjanya terhadap Streptococcus mutans. Kedua, diperlukan uji aktivitas antibakteri secara in vivo menggunakan model hewan atau uji klinis terbatas pada manusia untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan fraksi buah sirih sebagai agen antikariogenesis. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi perbandingan efektivitas fraksi buah sirih terhadap strain bakteri lain penyebab infeksi mulut, seperti Lactobacillus spp. dan Actinomyces spp., untuk menilai spektrum aktivitas antibakterinya secara lebih luas. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dan membuka jalan untuk pengembangan obat kumur alami berbasis buah sirih. Dengan mengidentifikasi senyawa aktif utama, hasil penelitian dapat mendukung formulasi produk herbal yang standar dan teruji. Pengujian in vivo juga penting untuk menilai toksisitas jangka panjang dan potensi iritasi jaringan mulut. Studi perbandingan dengan bakteri lain akan membantu menentukan apakah fraksi buah sirih bersifat selektif atau berspektrum luas. Secara keseluruhan, pendekatan ini akan memperkuat dasar ilmiah pemanfaatan buah sirih dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut.

  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #gempa bumi#gempa bumi
Read online
File size478.06 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2Dl
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test