UPI YAIUPI YAI

Psikologi Kreatif InovatifPsikologi Kreatif Inovatif

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pada Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Kampung Sawah Bekasi. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 164 orang. Hasil analisis menggunakan metode bivariate correlation menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi pola asuh demokratis dengan keintiman relasi romantis (r = 0,422) serta hubungan positif yang signifikan antara gaya kelekatan aman dengan keintiman relasi romantis (r = 0,586). Hasil uji multivariate correlation pada menghasilkan koefisien r = 0,596 dan r2 = 0,355 , dengan p < 0,05. Persepsi pola asuh demokratis memberi kontribusi sebesar 1,2% dan gaya kelekatan aman memberikan kontribusi sebesar 34,3% terhadap keintiman relasi romantis. Berdasarkan hasil dari kategorisasi data keintiman relasi romantis, persepsi pola asuh demokratis, dan gaya kelekatan aman berada pada kategori tinggi.

Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada persepsi pola asuh demokratis dengan keintiman relasi romantis ke arah positif pada OMK di Paroki Kampung Sawah.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pola asuh demokratis maka semakin tinggi juga keintiman relasi individu.Begitupun sebaliknya, semakin rendah persepsi pola asuh demokratis maka semakin rendah pula keintiman relasi romantis individu.Terdapat hubungan yang signifikan pada gaya kelekatan aman dengan keintiman relasi romantis ke arah positif pada OMK di Paroki Kampung Sawah.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi gaya kelekatan aman maka semakin tinggi juga keintiman relasi romantis individu.Begitupun sebaliknya, semakin rendah gaya kelekatan aman, maka semakin rendah pula keintiman relasi romantis individu.Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pola asuh demokratis dan gaya kelekatan aman dengan keintiman relasi romantis pada OMK di Paroki Kampung Sawah.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pola asuh demokratis dan gaya kelekatan aman yang diterima individu, maka semakin tinggi pula keintiman relasi tersebut.Begitupun sebaliknya, semakin rendah persepsi pola asuh demokratis dan gaya kelekatan aman yang diterima individu, maka semakin rendah pula keintiman relasi romantis individu tersebut.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran mediasi dari variabel kepribadian, seperti self-esteem dan optimisme, dalam hubungan antara pola asuh demokratis, gaya kelekatan aman, dan keintiman relasi romantis. Hal ini penting untuk memahami mekanisme psikologis yang mendasari hubungan tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang agama dan budaya untuk menguji generalisasi temuan ini. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman individu dalam membangun keintiman relasi romantis yang sehat.

  1. Archives | Psikologi Kreatif Inovatif. archives psikologi kreatif inovatif skip main content navigation... journals.upi-yai.ac.id/index.php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archiveArchives Psikologi Kreatif Inovatif archives psikologi kreatif inovatif skip main content navigation journals upi yai ac index php PsikologiKreatifInovatif issue archive
Read online
File size990.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test