UPI YAIUPI YAI

Psikologi Kreatif InovatifPsikologi Kreatif Inovatif

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup ditinjau dari pasien ansietas yang diberi treatment neurofeedback dan yang tidak diberi treatment neurofeedback serta menguji hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien ansietas di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Populasi penelitian ini adalah pasien ansietas yang dirawat di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu pasien yang menerima treatment neurofeedback dan pasien yang tidak menerima treatment neurofeedback, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert untuk mengukur kualitas hidup dan dukungan sosial. Terdapat perbedaan dari kualitas hidup ditinjau dari pasien ansietas yang mendapat treatment neurofeedback dan yang tidak di RSJ Marzoeki Mahdi. Berdasarkan hasil analisa data penelitian diperoleh (t) sebesar 09,279 dan p < 0,05. Artinya, bahwa pasien ansietas yang mendapat terapi neurofeedback akan memiliki kualitas hidup yg baik. Ada hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup pada pasien ansietas di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, maka diperoleh r sebesar 0,978 dan p < 0,05. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima pasien maka semakin baik kualitas hidup pasien ansietas yang didapat.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kualitas hidup pada pasien ansietas yang diberikan treatment neurofeedback dan yang tidak.Pasien yang mendapatkan treatment neurofeedback menunjukkan tingkat kualitas hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak.Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien ansietas.Dukungan sosial yang kuat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, di mana pasien yang menerima dukungan sosial lebih tinggi melaporkan kualitas hidup yang lebih baik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi mekanisme neurobiologis yang mendasari peningkatan kualitas hidup akibat terapi neurofeedback pada pasien ansietas, dengan menggunakan metode neuroimaging untuk mengamati perubahan aktivitas otak selama dan setelah terapi. Kedua, penelitian dapat meneliti peran mediasi dukungan sosial dalam hubungan antara terapi neurofeedback dan kualitas hidup, untuk memahami bagaimana dukungan sosial memengaruhi efektivitas terapi. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi terapi neurofeedback dengan intervensi psikososial, seperti terapi kognitif perilaku atau kelompok dukungan, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien ansietas secara komprehensif. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien ansietas dan mengarah pada pengembangan intervensi yang lebih efektif dan personal.

  1. Dasar - Dasar Electroencephalography (EEG) bagi Riset Psikologi | Khakim | Buletin Psikologi. eeg riset... journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/52328Dasar Dasar Electroencephalography EEG bagi Riset Psikologi Khakim Buletin Psikologi eeg riset journal ugm ac buletinpsikologi article view 52328
  2. Archives | Psikologi Kreatif Inovatif. archives psikologi kreatif inovatif skip main content navigation... journals.upi-yai.ac.id/index.php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archiveArchives Psikologi Kreatif Inovatif archives psikologi kreatif inovatif skip main content navigation journals upi yai ac index php PsikologiKreatifInovatif issue archive
Read online
File size920.72 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test