CERICCERIC
Jurnal Keperawatan IndonesiaJurnal Keperawatan IndonesiaKemampuan perawatan diri anak tuna grahita, kemampuan perawatan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor eksternal (karakteristik orangtua dan lingkungan) maupun faktor internal (karakteristik anak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawatan diri anak tuna grahita. Rancangan penelitian cross sectional dengan sampel adalah 65 orangtua anak tuna grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik ganda menunjukkan kemampuan perawatan diri pada anak tuna grahita masih rendah. Terdapat hubungan bermakna antara pendidikan orang tua, umur, dan kekuatan motorik pada anak tuna grahita dengan kemampuan perawatan diri (p < 0,005). Faktor paling dominan yang mempunyai hubungan adalah faktor kekuatan motorik anak tuna grahita dengan OR= 4,77.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik anak yaitu usia dan kondisi fisik anak (kekuatan motorik dan hipersalivasi) dengan kemampuan perawatan diri anak tuna grahita.Usia anak yang lebih tua (> 12 tahun) mempunyai kemampuan perawatan diri 4,6 kali lebih baik dibandingkan anak dengan usia yang lebih muda (<12 tahun).Orangtua dengan pendidikan terakhir SMA memiliki peluang 3,12 kali untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri pada anak tuna grahita dibandingkan orangtua dengan pendidikan terakhir yang lebih rendah.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, bagaimana pengaruh intervensi program pelatihan kemampuan perawatan diri pada anak tuna grahita dalam meningkatkan kemandirian mereka? Kedua, penelitian tentang hubungan antara dukungan sosial dari lingkungan dengan perkembangan kemampuan perawatan diri anak tuna grahita perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya. Ketiga, pengembangan model pendidikan inklusif yang melibatkan orang tua dan guru dalam mengajarkan perawatan diri pada anak tuna grahita sehingga mereka bisa mandiri dengan lebih baik.
| File size | 293.49 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Di Indonesia, prevalensinya cukup tinggi, dengan hampir 75% anak menunjukkan gejala sibling rivalry. Pola asuh yang tidak sesuai, terlalu otoriter atauDi Indonesia, prevalensinya cukup tinggi, dengan hampir 75% anak menunjukkan gejala sibling rivalry. Pola asuh yang tidak sesuai, terlalu otoriter atau
STIBASTIBA Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubunganPengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan
MALAHAYATIMALAHAYATI Ibu sebagai individu terdekat anak, menjadi penentu keberhasilan pemberian stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuanIbu sebagai individu terdekat anak, menjadi penentu keberhasilan pemberian stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Berdasarkan hasil penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan cedera kepala, didapatkan bahwa penurunan kesadaran dapat diatasi dengan terapi non-farmakologisBerdasarkan hasil penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan cedera kepala, didapatkan bahwa penurunan kesadaran dapat diatasi dengan terapi non-farmakologis
UMGUMG Berikutnya hasil dari prosentase tanggapan responden 93,3% menyatakan setuju dan 6,7% menyatakan tidak setuju pada pernyataan sebab akibat kesalahan parentingBerikutnya hasil dari prosentase tanggapan responden 93,3% menyatakan setuju dan 6,7% menyatakan tidak setuju pada pernyataan sebab akibat kesalahan parenting
AMORFATIAMORFATI Kelebihan penerapan permainan edukatif berbahan alam yaitu bahan alam yang mudah diperoleh, tersedia dengan murah meriah dan ketersediaan bahan alam beranekaKelebihan penerapan permainan edukatif berbahan alam yaitu bahan alam yang mudah diperoleh, tersedia dengan murah meriah dan ketersediaan bahan alam beraneka
STKIP JBSTKIP JB Pertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar dapat berjalan sesuai dengan usianya, Anak di Indonesia perlu mendapatPertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar dapat berjalan sesuai dengan usianya, Anak di Indonesia perlu mendapat
UIN MALANGUIN MALANG Jenis pola asuh orang tua menunjukkan bahwa 4 orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoriter dan 1 orang tua menggunakanJenis pola asuh orang tua menunjukkan bahwa 4 orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoriter dan 1 orang tua menggunakan
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Nyeri kepala merupakan salah satu gejala neurologis yang paling umum dijumpai. Nyeri kepala dapat memburuk selama kehamilan akibat perubahan hormonal,Nyeri kepala merupakan salah satu gejala neurologis yang paling umum dijumpai. Nyeri kepala dapat memburuk selama kehamilan akibat perubahan hormonal,
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Penelitian menerapkan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pre-post assessment. Sampel mencakup 354 perawat (85% dari 415 yang memenuhi syarat)Penelitian menerapkan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pre-post assessment. Sampel mencakup 354 perawat (85% dari 415 yang memenuhi syarat)
UIMEDANUIMEDAN Populasi penelitian ini adalah karyawan, paramedis, dan pasien di wilayah Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia. Dari hasil pengujian model dalam penelitian,Populasi penelitian ini adalah karyawan, paramedis, dan pasien di wilayah Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia. Dari hasil pengujian model dalam penelitian,
CERICCERIC Peneliti merekomendasikan agar keluarga mendapat sosialisasi mengenai bagaimana cara menciptakan lingkungan fisik yang penuh stimulasi, guna mencapai perkembanganPeneliti merekomendasikan agar keluarga mendapat sosialisasi mengenai bagaimana cara menciptakan lingkungan fisik yang penuh stimulasi, guna mencapai perkembangan