UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumKerajaan Oman telah menandatangani dan mengamankan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita (CEDAW) pada tahun 2005. Namun, Oman masih memiliki kebijakan pembohongan terhadap beberapa pasal Konvensi tersebut karena beberapa ketentuan bersifat bertentangan dengan Syariah Islam atau undang‑undang nasional Oman, termasuk Pasal 16 CEDAW. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis secara kritis Pasal 16 CEDAW serta sejauh mana Undang-Undang Status Pribadi Oman (Personal Status Law) terkait isu perkawinan dan perceraian bersesuaian atau bertentangan dengan Konvensi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan legal doktrin serta analisis terhadap teks Konvensi dan padanan Omani-nya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengadilan dapat menegakkan pasal‑pasal CEDAW untuk menegakkan hak, kecuali ketentuan yang Oman sudi kata akan dipungutkan. Oman menaruh pembohongan terhadap beberapa fitur Pasal 16 Konvensi tersebut karena bertentangan dengan Hukum Syariah. Penelitian menyoroti bahwa Konvensi secara efektif mengatur sejumlah bidang yang memajukan kesetaraan gender dalam urusan keluarga, yakni menetapkan bahwa persetujuan perempuan diperlukan untuk pernikahan dan haknya untuk membubarkan peresahan melalui perceraian atau khulu bila kondisi sesuai. Selanjutnya, Oman secara efektif melaksanakan beberapa ketentuan Konvensi guna memperkuat hak perempuan dengan mengubah undang‑undang dalam negeri. Kesimpulannya, Undang-Undang Nasional Oman konsisten dengan CEDAW, kecuali pencatatan rencana negara terkait pelaksanaan Pasal 16 Konvensi.
Kesimpulannya, CEDAW merupakan bagian dari hukum Oman setelah ratifikasi pada 2005, namun penegakan pasal-pasalnya terhenti pada pasal 16 yang diritau karena bertentangan dengan Syariah.Meski demikian, CEDAW tetap mempengaruhi hak perempuan dalam perkawinan dan perceraian, dengan menegaskan persetujuan perempuan serta haknya untuk mengakhiri pernikahan melalui perceraian atau khulu sesuai kondisi yang ada.Rangkaian reformasi Omani, termasuk pengesahan perubahan perundang-undangan dan prosedur perlindungan, menunjukkan kontribusi signifikan ratifikasi CEDAW dalam memperluas kesetaraan gender di masa kini.
Penelitian pertama dapat difokuskan pada dampak pelaksanaan Pasal 16 CEDAW terhadap pengalaman perempuan Omani di bidang hukum keluarga, menggunakan pendekatan kualitatif yang mendalam, menilai kesenjangan antara kebijakan dan praktik nyata pada rumah tangga bersifat agama. Penelitian kedua dapat meneliti potensi penyusunan amandemen undang-undang Status Pribadi yang menghapus atau mengurangi pembatasan hak perempuan dalam proses khulu, membandingkan praktik Omani dengan negara-negara berlandaskan Syariah lain yang telah menegaskan hak perceraian perempuan. Tiga penelitian dapat menilai efektivitas mekanisme mahar dan khulu dalam melindungi hak perempuan, melalui studi kepatuhan pengadilan dan survei partisipan, mengidentifikasi kendala non-hukum, seperti norma sosial dan terbatasnya akses bantuan hukum. Melalui data tersebut, peneliti dapat mempelajari apakah prosedur memegang artian yang diharapkan dan bila perlu, mengusulkan kebijakan adaptif yang meminimalisir kesenjangan gender. Pendekatan lintas disiplin, menggabungkan hukum, ilmu sosial, dan studi Islam dapat meningkatkan pemahaman holistik tentang persepsi perempuan dan respons lembaga hukum. Analisis, bila ditutupi oleh pedoman kebijakan publik, dapat memberikan alternatif regulasi yang lebih adil dan higienis, memperkuat prinsip CEDAW dalam sistem hukum Omani. Ruang penelitian ini juga memungkinkan pengembangan program pelatihan bagi hakim dan petugas kepolisian sehingga mereka dapat memediasi sengketa keluarga secara sensitif gender. Kebijakan yang dihasilkan dapat membangun kohesi masyarakat, memupuk budaya menghormati hak perempuan, sekaligus menjadikan Omani sebagai contoh bagi negara-negara Islam dalam mengimplementasikan konvensi hak asasi.
- Examining the complexity of child marriage as sexual violence in digital era | Legality : Jurnal Ilmiah... ejournal.umm.ac.id/index.php/legality/article/view/28881Examining the complexity of child marriage as sexual violence in digital era Legality Jurnal Ilmiah ejournal umm ac index php legality article view 28881
- STATUS AND DOWRY RETURN AFTER DIVORCE IN GENDER PERSPECTIVE | Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic... journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index_php/alhakam/article/view/245STATUS AND DOWRY RETURN AFTER DIVORCE IN GENDER PERSPECTIVE Al Hakam The Indonesian Journal of Islamic journal iaialhikmahtuban ac index php alhakam article view 245
- Gender equality as a component of the equality principle in society | Journal of Community Positive Practices.... jppc.ro/index.php/jppc/article/view/480Gender equality as a component of the equality principle in society Journal of Community Positive Practices jppc ro index php jppc article view 480
| File size | 369.19 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Perbankan syariah memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam. Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagaiPerbankan syariah memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam. Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Dalam konteks Bali, hukum waris adat dikenal sebagai “Pewaris Utama dan didasarkan pada sistem kekerabatan Patrilineal, yang memberikan prioritas padaDalam konteks Bali, hukum waris adat dikenal sebagai “Pewaris Utama dan didasarkan pada sistem kekerabatan Patrilineal, yang memberikan prioritas pada
UNISMUHUNISMUH Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis hak dapat secara substansial meningkatkan layanan koreksi yang sensitif gender. Penelitian iniPenelitian menyimpulkan bahwa pendekatan holistik berbasis hak dapat secara substansial meningkatkan layanan koreksi yang sensitif gender. Penelitian ini
IAIN MADURAIAIN MADURA Data dikumpulkan melalui wawancara dengan nāẓir, pejabat Kementerian Agama, dan staf lembaga. Temuan menunjukkan bahwa berbagai aset waqf dikelola dalamData dikumpulkan melalui wawancara dengan nāẓir, pejabat Kementerian Agama, dan staf lembaga. Temuan menunjukkan bahwa berbagai aset waqf dikelola dalam
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis untuk menelaah putusan pengadilan dan bagaimana hukum yang diterapkan mencerminkanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis untuk menelaah putusan pengadilan dan bagaimana hukum yang diterapkan mencerminkan
UMMUMM Kontribusi hukum Islam terhadap pengangguran homoseksualitas di Indonesia didorong oleh norma religius, budaya, dan hukum yang saling terkait. KebijakanKontribusi hukum Islam terhadap pengangguran homoseksualitas di Indonesia didorong oleh norma religius, budaya, dan hukum yang saling terkait. Kebijakan
UMMUMM Penelitian ini menggunakan metode campuran dan pendekatan statut, konseptual, kasus, dan normatif-teologis. Pengisian jabatan kepala daerah merepresentasikanPenelitian ini menggunakan metode campuran dan pendekatan statut, konseptual, kasus, dan normatif-teologis. Pengisian jabatan kepala daerah merepresentasikan
UNPADUNPAD Kewajiban tanpa syarat (categorical imperative) dilengkapi dengan prinsip universal, humanity, dan autonomy, yang dapat menjadi landasan filosofis dalamKewajiban tanpa syarat (categorical imperative) dilengkapi dengan prinsip universal, humanity, dan autonomy, yang dapat menjadi landasan filosofis dalam
Useful /
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan diperoleh sampel sejumlah 39 perusahaan dengan total 117 firm years. Metode penelitian yang digunakanPenelitian ini menggunakan purposive sampling dengan diperoleh sampel sejumlah 39 perusahaan dengan total 117 firm years. Metode penelitian yang digunakan
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Artikel ini mengusulkan perancangan ulang indikator SBSC berbasis ToC melalui rasio input-output-outcome dan pairing leading-lagging untuk meningkatkanArtikel ini mengusulkan perancangan ulang indikator SBSC berbasis ToC melalui rasio input-output-outcome dan pairing leading-lagging untuk meningkatkan
UMMUMM Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan doktrinal untuk menyelidiki struktur bank Islam dalam kaitannya dengan pembatasan ekonomi Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan doktrinal untuk menyelidiki struktur bank Islam dalam kaitannya dengan pembatasan ekonomi Islam.
UMMUMM Analisis menegaskan adanya batasan normatif yang menghalangi integrasi sertifikasi halal ke sistem IPR komunal dengan kerangka hukum yang ada. Model IPRAnalisis menegaskan adanya batasan normatif yang menghalangi integrasi sertifikasi halal ke sistem IPR komunal dengan kerangka hukum yang ada. Model IPR