SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah AkuntansiJurnal Ilmiah Akuntansi

Penelitian ini menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Belanja Modal sebagai variabel intervening pada 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau periode 2019–2024. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis jalur (Path Analysis) pada 42 observasi, hasil menunjukkan bahwa PAD, DAU, dan DAK berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan DBH dan Belanja Modal tidak. Belanja Modal juga tidak berperan sebagai mediator. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja modal belum optimal dalam mendukung peningkatan IPM jangka pendek, sehingga diperlukan perencanaan yang lebih terarah pada sektor pelayanan dasar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pada kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.Sebaliknya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, yang mengindikasikan bahwa dana transfer tersebut lebih banyak digunakan untuk belanja rutin dan belanja wajib daerah.Selanjutnya, PAD, DAU, dan DAK terbukti berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan DBH tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM.Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia lebih dipengaruhi oleh sumber pendanaan yang secara langsung dialokasikan pada sektor pelayanan dasar.Selain itu, belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM dan tidak mampu memediasi pengaruh PAD, DAU, DAK, maupun DBH terhadap IPM.Hal ini mengindikasikan bahwa dampak belanja modal terhadap pembangunan manusia bersifat tidak langsung dan memerlukan waktu yang relatif panjang untuk dapat dirasakan.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), seperti belanja pendidikan, belanja kesehatan, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi, agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Selain itu, penggunaan periode penelitian yang lebih panjang juga disarankan untuk menangkap dampak jangka panjang belanja modal terhadap pembangunan manusia. Pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau disarankan untuk terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pendanaan pembangunan yang fleksibel, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pengalokasian belanja modal agar lebih tepat sasaran. Belanja modal perlu diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada sektor-sektor yang secara langsung mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan guna mendorong peningkatan IPM secara berkelanjutan.

  1. PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DAN DANA BAGI... doi.org/10.69714/b4kkzz15PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH PAD DANA ALOKASI UMUM DAU DANA ALOKASI KHUSUS DAK DAN DANA BAGI doi 10 69714 b4kkzz15
Read online
File size544.16 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test