UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan SyariahJurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat etnis Cina non-Muslim terhadap perbankan syariah, khususnya masyarakat di Kampung Cina Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap sepuluh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat mengetahui keberadaan perbankan syariah dan memahami bahwa layanan tersebut terbuka untuk semua golongan. Namun, tingkat pemahaman mereka terhadap prinsip dan sistem perbankan syariah masih rendah. Rendahnya pemahaman ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi serta keterbatasan fasilitas dan layanan. Selain itu, sebagian besar masyarakat merasa kebutuhan finansial mereka telah terpenuhi oleh bank konvensional. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan perluasan layanan untuk meningkatkan inklusivitas perbankan syariah.

Masyarakat etnis Cina non-Muslim di Kampung Cina Bengkulu secara umum telah mengetahui eksistensi perbankan syariah dan memahami bahwa layanan ini terbuka untuk seluruh kalangan tanpa memandang agama dan ras.Namun, pemahaman mereka terbatas hanya pada aspek permukaan seperti tidak adanya sistem bunga dan prinsip bagi hasil.Pemahaman lebih dalam mengenai akad-akad, prinsip syariah, dan keunikan sistem operasional perbankan syariah masih sangat minim.Hal ini disebabkan karena tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perbankan syariah.Mayoritas informan menunjukkan preferensi terhadap bank konvensional karena alasan efisiensi, kemudahan akses, jumlah fasilitas yang lebih banyak seperti ATM, dan proses administrasi yang dianggap lebih cepat.Perbankan syariah dipandang lebih berbelit dan kurang efisien, sehingga dianggap tidak sesuai untuk kebutuhan praktis masyarakat, baik dalam urusan pribadi maupun bisnis.Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka tidak memiliki pengalaman diskriminatif dari bank syariah, namun tetap memilih untuk tidak menggunakannya karena merasa belum memahami secara utuh sistem dan manfaatnya.Ketidakpercayaan ini tidak lahir dari prasangka ideologis atau religius, tetapi lebih pada faktor informasi dan pengalaman yang terbatas.Persepsi masyarakat etnis Cina non-Muslim terhadap perbankan syariah tidak hanya ditentukan oleh pemahaman religius, tetapi juga oleh pertimbangan ekonomi pragmatis, jaringan sosial, kenyamanan emosional, dan kebiasaan komunitas.Pemilihan bank lebih didasari pada kemudahan, keamanan, dan efisiensi, bukan pada kesesuaian nilai-nilai agama.

Untuk meningkatkan inklusivitas perbankan syariah, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif dan terarah kepada masyarakat non-Muslim, khususnya di Kampung Cina Bengkulu. Sosialisasi ini dapat mencakup penjelasan tentang prinsip-prinsip syariah, akad-akad, dan keunikan sistem operasional perbankan syariah. Selain itu, perluasan layanan perbankan syariah, seperti penyebaran mesin ATM dan peningkatan fasilitas lainnya, dapat menjadi strategi untuk menarik minat masyarakat non-Muslim. Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas strategi sosialisasi dan perluasan layanan dalam meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat non-Muslim terhadap perbankan syariah. Studi komparatif antara persepsi masyarakat urban dan rural terhadap perbankan syariah juga dapat dilakukan untuk memahami perbedaan persepsi dan kebutuhan mereka.

Read online
File size619.74 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test