JCEHJCEH

Journal of Community Engagement in HealthJournal of Community Engagement in Health

Pelayanan transfusi darah merupakan upaya kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan baku dengan tujuan kemanusiaan dan bukan untuk komersial. Pelayanan transfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat. Setiap unit transfusi darah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan darah di wilayah kerjanya. Ketersediaan darah sangat bergantung pada kesediaan dan kesadaran masyarakat untuk mendonasikan darah secara sukarela dan teratur. Untuk mencapai hal tersebut, unit transfusi darah perlu melakukan kegiatan rekrutmen donor yang meliputi upaya sosialisasi dan kampanye donor sukarela, penempatan donor, dan pelestarian donor. Kebutuhan darah terus meningkat di dunia ini, di mana 1 dari 7 pasien yang dirawat di rumah sakit membutuhkan transfusi darah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan darah semakin meningkat di seluruh dunia. Saat ini, hanya di 62 negara, pasokan darah berasal dari 100% donor sukarela, dan 40 negara lainnya masih bergantung pada donor keluarga dan donor darah berbayar. Dari hasil analisis lokasi dan informasi dari unit transfusi darah RS Dr. Soetomo, Surabaya PMI tentang masalah kekurangan stok darah pada saat tertentu, maka kami melakukan kurangnya kesadaran masyarakat tentang Donor Darah, sehingga memberikan inspirasi kami untuk memberikan intervensi, penyuluhan, menyampaikan bahwa menjadi donor darah dapat meningkatkan stamina dan terjadinya eritrosit baru, yang dapat memfasilitasi sirkulasi darah dan membuat tubuh lebih sehat. Rencanakan, buat situs web komunitas yang tertarik untuk menjadi donor darah sukarela, sehingga masyarakat tergerak untuk menjadi donor darah sukarela, tentu saja tidak terlepas dari pemenuhan persyaratan bahwa donor darah layak sebagai darah dan donor sehat, sesuai dengan peraturan. Pasang Bener di tempat tertentu, buat tas, kaos, mainan kunci, kotak ritsleting, dan knick-knack lainnya yang dapat digunakan sebagai logo komunitas donor darah sukarela, dengan harapan dapat meningkatkan stok darah yang dibutuhkan masyarakat. Dari hasil baru yang kami lakukan untuk menarik donor sukarela. Melalui seruan untuk datang ke penyuluhan dan berbagi leaflet saja pada tahap awal ini, telah diperoleh hasil peningkatan stok darah dari hasil donor darah sukarela setelah pengabdian masyarakat. Diperoleh hasil yang signifikan, di mana ada peningkatan jumlah darah di PMI, setelah pelaksanaan donor darah. Ada peningkatan stok darah pada saat itu sebanyak 40-50%, dari hasil pengabdian masyarakat.

Dengan adanya pengabdian masyarakat akan bermanfaat bagi masyarakat yang sebelumnya belum tahu tentang donor darah dan manfaatnya, sekarang dengan adanya penyuluhan dan pembagian leaflet menambah pengetahuan masyarakat mereka jadi tahu, dan antusias untuk menjadi donor darah.Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menjadi donor darah, diharapkan kebutuhan akan darah di PMI dan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan donor darah sukarela. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif yang mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk menjadi donor darah sukarela. Penelitian ini dapat menggunakan metode wawancara mendalam atau focus group discussion (FGD) untuk menggali lebih jauh motivasi, persepsi, dan hambatan yang dihadapi oleh calon donor. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi komunikasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam donor darah sukarela. Penelitian ini dapat menggunakan desain eksperimen dengan membandingkan kelompok intervensi yang menerima pesan edukasi dengan kelompok kontrol yang tidak menerima pesan edukasi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program pemberdayaan masyarakat terhadap perilaku donor darah sukarela dan ketersediaan darah di PMI. Penelitian ini dapat melibatkan pengukuran data donor darah secara berkala selama periode waktu tertentu untuk melihat tren dan pola perubahan yang terjadi.

  1. Program Pemberdayaan Masyarakat non Produktif tentang pentingnya Manfaat mengenal dan menjadi Donor Darah... doi.org/10.30994/jceh.v2i2.22Program Pemberdayaan Masyarakat non Produktif tentang pentingnya Manfaat mengenal dan menjadi Donor Darah doi 10 30994 jceh v2i2 22
  1. #program pengabdian masyarakat#program pengabdian masyarakat
  2. #pengetahuan masyarakat#pengetahuan masyarakat
Read online
File size1.01 MB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2wN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test