UPG45NTTUPG45NTT

Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan PendidikanCiencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bahasa kiasan yang digunakan dalam lirik lagu album Adele 30. Penulis lagu bermain dengan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan kekuatan sebagai daya tarik dan keunikan lirik lagu. Bahasa kiasan memiliki kemampuan untuk memberikan dampak yang lebih kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua masalah, yaitu: (1) Mengidentifikasi jenis-jenis bahasa kiasan yang digunakan dalam lirik lagu album 30 milik Adele. (2) Menganalisis makna kiasan yang terdapat dalam lirik lagu album Adele 30. Data dianalisis berdasarkan teori bahasa kiasan yang dikemukakan oleh Xu Youzhi (2005) dan teori makna yang dikemukakan oleh Rozakis (1995). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 5 jenis bahasa kiasan yang ditemukan dalam album 30 milik Adele. Mereka adalah simile, personifikasi, metafora, hiperbola, dan ironi. Penelitian ini menemukan (1 simile, 10 personifikasi, 4 metafora, 7 hiperbola, 1 ironi). Dalam menganalisis makna, penelitian kontekstual menemukan beberapa jenis makna yang digunakan dalam lirik lagu, yaitu gaya bahasa kiasan.

Penelitian ini menemukan lima jenis bahasa kiasan dalam lirik lagu album 30 karya Adele, yaitu personifikasi, simile, metafora, hiperbola, dan ironi.Personifikasi merupakan bentuk yang paling dominan ditemukan dalam lirik lagu-lagu yang dianalisis.Temuan ini menunjukkan bahwa Adele menggunakan gaya bahasa yang kaya untuk menyampaikan makna emosional secara mendalam.

Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggali makna emosional mendalam dari penggunaan personifikasi dalam lirik lagu Adele dengan pendekatan psikologis untuk memahami bagaimana metafora tentang perasaan mati atau ruang kosong mencerminkan proses pemulihan pascaperceraian. Kedua, perlu dilakukan analisis komparatif antara album 30 dan karya Adele sebelumnya untuk melihat evolusi penggunaan bahasa kiasan seiring perjalanan hidupnya, terutama dalam penyampaian rasa bersalah dan penerimaan diri. Ketiga, penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana pendengar dari berbagai latar budaya, khususnya di Indonesia, menafsirkan dan merespons simbol-simbol emosional dalam lirik tersebut, mengingat lagu-lagu ini populer secara global namun berakar pada pengalaman pribadi penyanyi, sehingga menarik untuk dilihat apakah makna kiasan tersebut bersifat universal atau bergantung pada konteks budaya tertentu.

  1. #gaya bahasa#gaya bahasa
  2. #bulu tangkis#bulu tangkis
Read online
File size405.23 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2jb
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test