CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA

Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online)Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam puisi “Aku karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan semiotika. Chairil Anwar, sebagai salah satu penyair terkemuka dalam sastra indonesia, melalui puisi ini menyuarakan semangat individualisme, kebebasan, dan pemberontakan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dan simbol-simbol dalam puisi. Analisis menunjukkan bahwa frasa seperti “binatang jalang dan “hidup seribu tahun lagi memiliki makna konotatif yang mendalam, menggambarkan karakter pemberontak dan aspirasi untuk keabadian.

Analisis semiotika terhadap puisi “Aku mengungkapkan bahwa Chairil Anwar menggunakan tanda-tanda dan simbol untuk menyampaikan pesan tentang kebebasan, identitas, dan pemberontakan.Puisi ini merupakan cerminan dari semangat individualisme dan aspirasi untuk kebebasan yang melampaui batas waktu.Dengan demikian, “Aku tetap menjadi salah satu karya sastra yang paling berpengaruh dan relevan dalam sejarah sastra indonesia.

Penelitian lanjutan dapat memusatkan perhatian pada perbandingan semiotik antara puisi “Aku dengan karya lain Chairil Anwar atau penyair seangkatan untuk mengungkap pola simbolik yang lebih luas; studi selanjutnya dapat menggabungkan pendekatan respons pembaca guna menilai bagaimana interpretasi simbol dalam puisi berubah di antara generasi pembaca modern, sehingga menambah dimensi empirik pada analisis semiotik; selain itu, penggunaan metode komputasi teks seperti analisis frekuensi tanda dan jaringan semantik pada korpus puisi Indonesia dapat memperkuat temuan dengan data kuantitatif, membuka peluang untuk menguji validitas interpretasi semiotik secara lebih objektif.

Read online
File size209.89 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test