169169
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaSenja di Pelabuhan Kecil adalah puisi karya Chairil Anwar yang kemudian diubah menjadi lagu oleh Nya Ina Raseuki yang akrab disapa Ubiet. Ubiet dikenal sebagai komponis musik yang unik dalam hal gagasan musikal dan ornamentasi vokal, salah satunya pada lagu Senja di Pelabuhan Kecil. Hal ini terlihat dari karakter lagu yang memiliki gaya berbeda dari musisi lain yang mengadaptasi puisi Chairil Anwar tersebut. Studi penelitian ini berfokus pada bagaimana proses kreatif yang dilakukan Ubiet dalam menciptakan lagu Senja di Pelabuhan Kecil. Proses ini dimulai dari tahap pengembangan ide, transformasi karya seni, hingga menjadi ekspresi dan karya musik yang utuh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti; observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Penulis menggunakan teori kreativitas Mel Rhodes sebagai alat untuk mengkaji objek permasalahan yang diangkat dalam penulisan studi ini. Konsep kreativitas Rhodes membahas empat poin, yaitu; tekanan (press), individu (person), proses (process), dan produk (product) atau yang dikenal sebagai konsep 4P. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada poin proses. Metode analisis didukung oleh pendekatan prinsip-prinsip musikalisasi puisi menurut Hamdy Salad. Hasil penelitian ini ditargetkan untuk menemukan beragam ekspresi musikal baru dari konsep musikalisasi puisi dan sebagai produk musikal dengan konsep keroncong kontemporer.
Lagu “Senja di Pelabuhan Kecil adalah hasil proses kreatif Ubiet, dimulai dari menjadikan puisi Chairil Anwar tersebut sebagai gagasan awal (preparation) dengan memaknai puisi sebagai unsur bunyi.Selanjutnya, melalui proses inkubasi kolektif bersama Projek Kroncong Tenggara, puisi ditransformasikan menjadi karya musik yang menawarkan ekspresi musikalisasi puisi baru, sejalan dengan teoretik Hamdy Salad.Karya ini juga merepresentasikan keroncong kreasi dengan gaya Kroncong Tenggara yang inovatif, menonjolkan keberagaman musik Indonesia dan memverifikasi peran Ubiet sebagai penggagas dan penentu dalam komposisi musik serta vokal.
Penelitian ini telah membuka pemahaman tentang bagaimana seorang seniman seperti Ubiet mengembangkan karya musik dari puisi, menghasilkan bentuk baru dalam musikalisasi puisi dan keroncong kontemporer. Namun, masih banyak celah yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut agar pemahaman kita semakin utuh dan mendalam. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah bagaimana kita bisa mendefinisikan dan mengidentifikasi secara lebih rinci ciri-ciri spesifik dari ragam ekspresi musikalisasi puisi baru yang dikemukakan dalam studi ini. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan karya Ubiet dengan adaptasi puisi serupa dari seniman lain, atau bahkan mengembangkan kerangka teoretis baru yang mampu mengkategorikan inovasi semacam ini. Ide penelitian lain yang tak kalah penting adalah mengkaji bagaimana penerimaan publik dan komunitas musik keroncong terhadap gaya Keroncong Tenggara yang ditawarkan Ubiet. Memahami respons audiens, baik dari kalangan awam maupun penikmat keroncong tradisional, akan memberikan gambaran nyata tentang dampak inovasi ini terhadap perkembangan musik keroncong di Indonesia. Apakah gaya ini berhasil menarik pendengar baru atau justru memicu perdebatan di kalangan puritan keroncong? Pertanyaan-pertanyaan ini bisa dijawab melalui studi survei atau wawancara mendalam. Terakhir, mengingat penelitian ini fokus pada proses kreatif Ubiet, akan sangat berharga jika ada studi yang menyelidiki aspek person atau press dari teori kreativitas Rhodes, terutama dari sudut pandang kolaborator lain dalam Projek Kroncong Tenggara. Bagaimana interaksi dan latar belakang musikal para anggota tim membentuk inovasi yang tercipta? Analisis kontribusi individu dari komposer atau arranger lain dalam proyek ini dapat memberikan perspektif yang lebih kaya tentang dinamika kreatif dalam sebuah kolaborasi seni. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang ekosistem kreatif di balik sebuah mahakarya.
| File size | 528.08 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Karya TIWIKA merupakan kolaborasi seni yang berlandaskan tradisi Karawang, menggabungkan unsur topeng banjet, bajidoran, dan kacapian dalam aransemen kacapi.Karya TIWIKA merupakan kolaborasi seni yang berlandaskan tradisi Karawang, menggabungkan unsur topeng banjet, bajidoran, dan kacapian dalam aransemen kacapi.
169169 Kegiatan seni dikaitkan dengan kesehatan mental karena kegiatan seni merupakan media untuk mengekspresikan perasaan, baik sedih maupun bahagia. Dalam kegiatanKegiatan seni dikaitkan dengan kesehatan mental karena kegiatan seni merupakan media untuk mengekspresikan perasaan, baik sedih maupun bahagia. Dalam kegiatan
169169 Percakapan dalam adegan makan menjadi penentu emosional dan petunjuk karakter. Tanda-tanda dalam satu film tidak terkait dengan film lain, tetapi jenisPercakapan dalam adegan makan menjadi penentu emosional dan petunjuk karakter. Tanda-tanda dalam satu film tidak terkait dengan film lain, tetapi jenis
169169 Ia tidak hanya melestarikan bentuk fisik alat musik tersebut, tetapi juga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.melalui kolaborasi dengan alatIa tidak hanya melestarikan bentuk fisik alat musik tersebut, tetapi juga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.melalui kolaborasi dengan alat
169169 Inovasi dilakukan dengan menerapkan teknik defamiliarisasi karakter serta komposisi tanda dalam pertunjukan dan analisis karya dilakukan menggunakan teoriInovasi dilakukan dengan menerapkan teknik defamiliarisasi karakter serta komposisi tanda dalam pertunjukan dan analisis karya dilakukan menggunakan teori
169169 Munculnya mata air ini merupakan manifestasi dari sesuatu yang sakral yang menampakkan dirinya kepada Prabu Siliwangi. Sebuah tempat bisa menjadi sakralMunculnya mata air ini merupakan manifestasi dari sesuatu yang sakral yang menampakkan dirinya kepada Prabu Siliwangi. Sebuah tempat bisa menjadi sakral
169169 Kehadiran para kreator, juga keinginan dari Bupati menjadi faktor yang menentukan. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan terkait dengan bentuk-bentuk transformasiKehadiran para kreator, juga keinginan dari Bupati menjadi faktor yang menentukan. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan terkait dengan bentuk-bentuk transformasi
169169 objek (manik-manik dan nilon), ekspresi estetis Al-Faruqi, dan cahaya yang diserap oleh objek. Karya ini menggambarkan eksistensi seniman sebagai umatobjek (manik-manik dan nilon), ekspresi estetis Al-Faruqi, dan cahaya yang diserap oleh objek. Karya ini menggambarkan eksistensi seniman sebagai umat
Useful /
UNUBLITARUNUBLITAR 6) Kesulitan dalam mengekspresikan emosi. 7) Tidak memiliki tujuan pribadi yang jelas. 8) Merasa tidak mampu untuk membangun kedekatan dengan orang lain.6) Kesulitan dalam mengekspresikan emosi. 7) Tidak memiliki tujuan pribadi yang jelas. 8) Merasa tidak mampu untuk membangun kedekatan dengan orang lain.
UNUBLITARUNUBLITAR Perubahan tersebut juga terjadi dalam ruang lingkup pendidikan yaitu sekolah. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi para siswa baik secara fisikPerubahan tersebut juga terjadi dalam ruang lingkup pendidikan yaitu sekolah. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi para siswa baik secara fisik
169169 Melalui analisis dekonstruksi Derrida nampak simbol-simbol yang dihadirkan melalui narasi visual dari film yang berjudul Si Kabayan Ditinggal Kawin padaMelalui analisis dekonstruksi Derrida nampak simbol-simbol yang dihadirkan melalui narasi visual dari film yang berjudul Si Kabayan Ditinggal Kawin pada
169169 Karya ini diharapkan menjadi solusi alternatif. Kajian ini menggunakan teori Alternatif Media dari Chris Atton (2002) dan metode 4P sebagai fase inovasi.Karya ini diharapkan menjadi solusi alternatif. Kajian ini menggunakan teori Alternatif Media dari Chris Atton (2002) dan metode 4P sebagai fase inovasi.