UNYUNY

JIPSINDOJIPSINDO

Penelitian ini mengkaji proses konstruksi sosial penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan kontribusinya terhadap pembentukan karakter di SMAN 4 Makassar. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, studi ini menguraikan esensi pengalaman subjektif guru, siswa, dan pembuat kebijakan sebagai sumber data. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan kredibilitas temuan yang ditriangulasi melalui sumber dan metode. Data yang terkumpul dianalisis secara fenomenologis dan diinterpretasikan menggunakan kerangka teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi AI berlangsung dalam tiga tahap: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Selain itu, AI berperan dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan pembelajaran mandiri. Namun, ditemukan juga tantangan berupa keterbatasan literasi digital, potensi ketergantungan teknologi, dan kebutuhan regulasi etis dalam penggunaannya.

Implementasi Kecerdasan Buatan (AI) di SMAN 4 Makassar merupakan proses konstruksi sosial yang lengkap, meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, bukan sekadar adopsi teknis.Temuan utama menunjukkan AI berperan ganda sebagai instrumen pembelajaran dan mediator pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai tanggung jawab, integritas, dan disiplin siswa.Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada peran aktif guru sebagai fasilitator yang menyelaraskan potensi teknologi dengan nilai-nilai humanistik dan tujuan pendidikan holistik.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan studi ini dengan melakukan perbandingan antara sekolah-sekolah di berbagai lingkungan, seperti sekolah di perkotaan dan pedesaan, untuk memahami bagaimana perbedaan akses dan sumber daya digital memengaruhi proses adaptasi Kecerdasan Buatan (AI) serta dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Penting juga untuk meneliti secara mendalam efektivitas program pelatihan yang dirancang khusus untuk guru, yang tidak hanya mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga menekankan integrasi AI secara etis dan pedagogis dalam pembelajaran. Dengan demikian, kita dapat melihat apakah pelatihan semacam ini mampu meningkatkan peran AI dalam membentuk karakter siswa, seperti kedisiplinan dan tanggung jawab, sekaligus meminimalkan risiko ketergantungan pada teknologi. Selain itu, pengembangan model kurikulum baru yang memanfaatkan AI patut dieksplorasi. Kita perlu mencari tahu bagaimana AI dapat digunakan untuk mendorong siswa berpikir lebih kritis dan menjaga kejujuran akademis, bukannya menjadi alat untuk mencari jawaban instan. Ide penelitian ini juga harus mempertimbangkan cara AI dapat memperkaya interaksi antara guru dan siswa, bukan malah menguranginya. Dengan pendekatan ini, AI dapat dioptimalkan sebagai sarana pendidikan karakter yang menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan generasi muda, memastikan teknologi tidak hanya mempercepat proses belajar tetapi juga membangun fondasi moral yang kuat.

  1. Penerapan Artificial Intelligence dalam Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini untuk Penguatan Karakter... doi.org/10.21067/jmk.v10i2.11990Penerapan Artificial Intelligence dalam Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini untuk Penguatan Karakter doi 10 21067 jmk v10i2 11990
  2. Mohon Maaf atas Disrupsi AI: Persepsi Mahasiswa Terhadap Kecerdasan Buatan Di Dunia Pendidikan dan Dunia... doi.org/10.36312/teacher.v5i2.3629Mohon Maaf atas Disrupsi AI Persepsi Mahasiswa Terhadap Kecerdasan Buatan Di Dunia Pendidikan dan Dunia doi 10 36312 teacher v5i2 3629
  3. PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 | Educatio. penerapan... doi.org/10.29408/edc.v19i1.24772PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4 0 Educatio penerapan doi 10 29408 edc v19i1 24772
Read online
File size200.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test