IJCISIJCIS

International Journal of Computer and Information System (IJCIS)International Journal of Computer and Information System (IJCIS)

WhatsApp fraud telah menjadi ancaman kejahatan siber yang signifikan, yang memanfaatkan basis pengguna luas platform tersebut melalui rekayasa sosial dan serangan berbasis malware. Penelitian ini meneliti kasus fraud WhatsApp dengan menganalisis artefak digital guna mengungkap modus operandi pelaku dan menyediakan panduan terstruktur bagi penegak hukum. Metode yang digunakan memadukan Kerangka Kerja Digital Forensics for Incident Response (D4I) dengan pemetaan Cyber Kill Chain (CKC). Dari lima artefak utama yang diidentifikasi, file APK berbahaya dan kode sumber yang mengandung token bot Telegram menjadi bukti utama dengan nilai probatif tertinggi, sedangkan file Manifest.xml dan aplikasi latar belakang tersembunyi berfungsi sebagai bukti pendukung. Indikator kontekstual seperti informasi pengirim memberikan bobot hukum terbatas. Temuan ini menyoroti pentingnya membedakan artefak berdasarkan signifikansi bukti dan menunjukkan nilai metodologi penilaian skor yang diusulkan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena didasarkan pada kasus simulasi dan sebagian bergantung pada penilaian ahli dalam kriteria penilaian. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menerapkan pendekatan ini pada platform dan skenario fraud lainnya, serta mengeksplorasi otomatisasi untuk meningkatkan objektivitas dan skalabilitas. Selain kontribusi akademis, studi ini menawarkan rubrik terstruktur untuk memprioritaskan bukti digital dan menekankan kebutuhan akan kerangka kerja evaluasi standar dalam kebijakan dan praktik forensik digital, sehingga memperkuat keandalan hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap investigasi digital.

Analisis artefak digital secara sistematis dapat merekonstruksi modus operandi fraud WhatsApp, mulai dari rekognisi hingga tindakan pada target, dengan menggunakan Kerangka Kerja D4I dan pemetaan Cyber Kill Chain.Penilaian kuantitatif berdasarkan kekuatan bukti dan keandalan menunjukkan bahwa file APK berbahaya dan kode sumber dengan token bot Telegram merupakan bukti utama dengan nilai probatif tertinggi.Temuan ini menegaskan pentingnya membedakan artefak berdasarkan signifikansi bukti dan memerlukan validasi metode ini pada berbagai kasus dan platform.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menguji validitas kerangka kerja D4I dan CKC pada kasus fraud di platform lain seperti Telegram dan Signal, untuk menilai generalisasi pendekatan ini; berikutnya, mengembangkan sistem otomatisasi berbasis machine learning guna menilai keandalan dan kekuatan bukti secara objektif, sehingga mengurangi subjektivitas manusia; akhirnya, mengeksplorasi integrasi metodologi ini dengan kerangka regulasi forensik nasional guna menyusun pedoman standar pengumpulan, verifikasi, dan presentasi bukti digital di pengadilan.

  1. Forensic Analysis of WhatsApp: A Review of Techniques, Challenges, and Future Directions. forensic analysis... forensicscijournal.com/jfsr/article/view/jfsr-aid1059Forensic Analysis of WhatsApp A Review of Techniques Challenges and Future Directions forensic analysis forensicscijournal jfsr article view jfsr aid1059
Read online
File size405.46 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test